Pasien suspect corona di Cianjur yang berinisial D menghembuskan napas terakhirnya hari ini (3/3). Diketahui, D merupakan pegawai salah satu BUMN yaitu PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk.
- Nidya Putri
- Selasa, 03 Maret 2020 - 13:50 WIB
WowKeren - Seorang warga berstatus suspect virus corona (COVID-19) meninggal dunia di Cianjur, Jawa Barat, Selasa (3/3). Kabag Humas dan Protokoler Setda Cianjur, Iyus Yusuf menyebut pasien tersebut meninggal dunia di Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH).
"Bukan pasien Corona, tapi masih suspect dirawat di Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH)," kata Iyus dilansir CNNIndonesia, Selasa (3/3). "Belum ketahuan kena corona atau enggak, tapi kita udah kirim sampelnya ke Jakarta tapi belum ada hasilnya."
Pasien berinisial D itu merupakan warga Bekasi yang sedang berkunjung ke rumah keluarganya di Cianjur. "Memang ada riwayat yang bersangkutan sempat ke Malaysia," katanya.
Pasien berinisial D tersebut diketahui merupakan pegawai PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Vice President Corporate Communication Telkom, Arif Prabowo mengungkapkan jika karyawan tersebut bekerja di Telkom cabang Jakarta Pusat. "Lokasi kerja beliau di Jakarta Pusat," ungkap Arif, Selasa (3/3).
Meski begitu, Arif menegaskan bahwa karyawan tersebut belum dinyatakan positif terjangkit virus Corona. Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memperoleh hasil laboratorium tersebut.
"Adapun penyebab meninggalnya terkait dengan dugaan akibat infeksi virus Corona (Covid-19), saat ini kami sedang berkoordinasi intensif dengan Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium," tegas Arif.
Lebih lanjut, ia juga mengimbau karyawannya untuk tidak pergi ke luar negeri sementara waktu. "Langkah-langkah preventif terhadap upaya pencegahan penyebaran virus tersebut dengan menyampaikan himbauan kepada seluruh karyawan untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri," paparnya.
"Kami mensosialisasikan pengenalan dan pencegahan gejala penyakit virus Corona (Covid-19), menghimbau untuk senantiasa memantau perkembangan penyebaran melalui media informasi resmi, dan mengaktifkan posko yang melibatkan tenaga medis serta call center yang dapat dihubungi 24 jam," imbuhnya.
Sementara itu, untuk karyawan lain yang pernah berinteraksi dengan D nantinya akan dilakukan observasi oleh tenaga medis Telkom dan Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat. "Tenaga medis kita akan bekerja sama dengan Dinkes, akan melakukan observasi," pungkasnya. "Butuh pendalaman dulu, kan harus dilihat riwayatnya, perjalanannya yang bersangkutan, siapa yang berinteraksi, baru kita akan mengirimkan tenaga medis kita."
(wk/nidy)