2 WNI Dinyatakan Positif Corona, WHO: Kami Tak Terkejut
Nasional

Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Indonesia, Dr N. Paranietharan, meminta agar masyarakat tetap tenang dan menjaga kebersihan menyusul konfirmasi kasus Corona pertama di Tanah Air.

WowKeren - Indonesia baru saja mengumumkan kasus virus Corona (Covid-19) pertamanya pada Senin (2/3). Diketahui, terdapat 2 pasien yang telah dinyatakan positif terjangkit virus Corona.

Menanggapi kasus Corona pertama Indonesia tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku tak terkejut. WHO pun meminta agar masyarakat Indonesia tetap tenang dan menjaga kebersihan.

"Kami tak terkejut dengan pengumuman ini dan kami mengantisipasi munculnya kasus-kasus lagi di hari-hari ke depan ini. Deteksi dini kasus dan kepastian (hasil uji) laboratorium sangat penting," terang perwakilan WHO untuk Indonesia, Dr N. Paranietharan, Senin (2/3). "Covid-19 biasanya menyebabkan penyakit ringan dan (jika menyerang) anak-anak diketahui tidak berkembang menjadi penyakit yang parah."

Paranietharan lantas menjelaskan bahwa ada kemungkinan lebih besar infeksi berkembang mejadi penyakit parah apabila virus Corona menjangkit orang-orang yang berusia di atas 60 tahun. Selain itu, orang-orang yang punya penyakit lain seperti diabetes dan penyakit jantung juga berisiko lebih tinggi.


Oleh sebab itu, WHO mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan. Di antaranya dapat dilakukan dengan sering-sering mencuci tangan atau menutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin.

Sementara itu, kasus Corona ini rupanya turut berimbas pada harga-harga di pasaran. Sejumlah harga barang kesehatan seperti masker dan hand sanitizer atau pembersih tangan diketahui meroket di pasaran.

Di Pasar Glodok, Jakarta, harga masker melejit naik hingga Rp 850 ribu per kotak dengan isi 50 lembar masker. Adapun harga hand sanitizer merek Aseptan isi 500 ml mencapai Rp 110 ribu dan Medika senilai Rp 80 ribu.

Tak hanya itu, masyarakat juga mulai berbondong-bondong memborong bahan makanan karena panik akan virus corona. Hal ini membuat pemerintah berencana meninjau ketersediaan stok bahan pokok (sembako).

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyebut bahwa nantinya warga juga akan dibatasi dalam pembelian sembako. Pasalnya, pemerintah ingin memastikan tak ada masyarakat yang melakukan hal-hal berlebihan.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait