Menurut Dewan Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Handaka Santosa, pengunjung pusat perbelanjaan menurun hingga 10 persen menyusul munculnya kasus Corona pertama di Tanah Air.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 04 Maret 2020 - 10:38 WIB
WowKeren - Wabah virus Corona (Covid-19) tidak hanya mempengaruhi kesehatan masyarakat namun juga turut "menjangkit" sektor ekonomi hingga pariwisata. Menurut Dewan Pembina Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Handaka Santosa, terjadi penurunan pengunjung pusat perbelanjaan hingga 10 persen menyusul adanya 2 warga Indonesia yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona pada Senin (2/3) lalu.
"Kalau saya lihat pengunjung ini tentunya sedikit banyak ada pengurangan," terang Handaka dilansir detikcom pada Rabu (4/3). "Kalau kita lihat sekarang dari pengunjung ada berkurang sekitar 10 persen."
Meski pengunjung menurun, Handaka menjelaskan bahwa dampak Corona sejauh ini masih belum berimbas ke penjualan. Pemilik mal sendiri harus berperan aktif untuk menyikapi penurunan jumlah pengunjung ini.
"Tapi kita lihat dari sales-nya (penjualan) belum begitu berakibat banyak, makanya kita mencoba terus berpromosi," ungkap Handaka. "Dan tentunya dukungan dari pemilik mal di dalam menghadapi semua penurunan pengunjung dan lain-lain itu tentu sangat utama."
Lebih lanjut, Handaka menilai bahwa penurunan biaya sewa toko perlu dipertimbangkan. "Jadi secara umum kita akan tetap terus menaikkan penjualan. Tetapi kita juga meminta para pengelola pusat belanja untuk dapat mengadakan pengurangan sewa dan lain-lain karena berkurangnya pengunjung yang datang," terang penasihat Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia ( Aprindo) tersebut.
Menurut Handaka, hal tersebut bisa dilakukan secara business to business. Perlakuan terhadap peritel di tiap-tiap mal tentunya juga akan berbeda tergantung besarnya dampak virus Corona yang dirasakan.
"Jadi ada beberapa mal yang memang efeknya banyak, ya memang tentunya sebaiknya mengadakan pengurangan (biaya sewa)," jelasnya. "Tapi bagi mal yang tetap nyaman tentunya tidak ada (pengurangan biaya). Makanya kita lihat setiap ritel kan buka di beberapa mal. Tentu treatment-nya akan beda antara satu dengan yang lain."
Meski demikian, Handakan masih belum isa memperkirakan berapa penurunan biaya sewa yang selayaknya diberikan. Pasalnya, dampak negatif virus Corona baru terasa belakangan ini.
"Iya karena kejadian baru sekian hari. Kita kan masih tergabung penjualan Januari-Februari seperti tadi yang ditanyakan. Kejadian baru mulai Maret. Nanti mungkin dalam seminggu lagi kita sharing lah efek-efeknya," pungkas Handaka. "Sebetulnya memang kalau pengunjung berkurang seharusnya memang ada dukungan kepada ritel karena kalau ritelnya tidak bertahan tentunya efeknya kepada mal juga kalau banyak (peritel) yang keluar."
(wk/Bert)