Kepala Seksi Pencegahan pada Subdit Malaria Kementerian Kesehatan, dokter Desriana Elisabeth Ginting mengatakan jika dana tersebut telah diberikan ke dinas kesehatan setempat untuk mencegah penyebaran malaria.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 04 Maret 2020 - 12:41 WIB
WowKeren - Pekan Olah Raga Nasional (PON) Ke-XX Tahun 2020 akan dilaksanakan di Provinsi Papua. Terkait hal ini, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan dana sebesar Rp 15 miliar untuk pencegahan malaria menjelang gelaran tersebut.
Dana tersebut telah diberikan untuk mendukung dinas kesehatan setempat dalam mencegah penyebaran malaria Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Kepala Seksi Pencegahan pada Subdit Malaria Kementerian Kesehatan, dokter Desriana Elisabeth Ginting.
Hingga kini, langkah yang dilakukan pemerintah adalah melakukan penyemprotan rumah-rumah di empat daerah yang akan menjadi lokasi penyelenggaraan PON di Papua nanti. Adapun keempat daerah yang dimaksud adalah Kabupaten Mimika, Merauke, Jayapura, dan Kota Jayapura.
"Sampai saat ini rutin dilakukan penyemprotan pada rumah di 4 daerah penyelenggara PON di Papua," kata Desri, Rabu (4/3). "Yakni Kabupaten Mimika, Jayapura, Merauke dan Kota Jayapura. Jika sudah disemprot nyamuknya akan mati."
Selain memberikan bantuan anggaran, pihak Kemenkes juga memberikan dukungan melalui rapat koordinasi dengan dinas kesehatan, Global Fun, hingga UNICEF. Sementara itu, kasus malaria di Indonesia lebih banyak ditemukan di Papua. 90 persen kasus malaria di negeri ini berada di provinsi tersebut. Hal itu sebagaimana dikemukakan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Silwanus Sumule.
Papua memberikan kontribusi 86,25 persen untuk kasus malaria, jika dibagi dua provinsi yakni Papua dan Papua Barat. Silwanus merinci dari 86,25 persen, Kabupaten Mimika menyumbang angka tertinggi dalam penyebaran malaria yakni 12 persen. Lalu disusul Kabupaten Jayapura 11, 5 persen dan sisanya Keerom, Sarmi, Mamberamo Raya dan Asmat.
"Ini menjadi tantangan kita," ujar Silwanus dilansir Kumparan, Rabu (4/3). "Karena sebagian besar yang memberikan kontribusi malaria adalah daerah yang justru menjadi lokasi penyelenggaraan PON."
Dinas Kesehatan Papua optimis untuk bisa menurunkan 60 persen prevalensi sebelum PON digelar. "Kami juga memastikan semua atlet yang masuk ke pada 4 daerah terselenggaranya PON mendapatkan pengobatan," lanjut Silwanus. "Memberikan obat untuk melindungi dari gigitan nyamuk dan memastikan fasilitas kesehatan lengkap dalam penanganan pasien malaria."
(wk/zodi)