Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menanggapi fenomena warga yang melakukan pembelian barang kesehatan dan sembako secara berlebihan alias panic buying karena Corona.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 04 Maret 2020 - 14:52 WIB
WowKeren - Masuknya wabah virus Corona (Covid-19) ke Indonesia membuat sejumlah masyarakat panik. Akibatnya, ada sejumlah warga yang melakukan pembelian barang kesehatan dan sembako secara berlebihan alias panic buying.
Menanggapi fenomena ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun buka suara. Gubernur yang akrab disapa Kang Emil tersebut menilai bahwa mayoritas masyarakat yang memborong barang kesehatan dan sembako tersebut berasal dari kalangan menengah atas.
"Kebanyakan yang saya monitor yang beli-beli itu menengah atas," tutur Kang Emil di Kantor Bappenas, Jakarta, pada Rabu (4/3) hari ini. "Dan paniknya itu di supermarket mahal."
Kang Emil lantas menyayangkan perilaku tersebut. Pasalnya, golongan menengah ke atas dinilai Kang Emil seharusnya bisa berempati kepada pihak-pihak yang lebih membutuhkan barang tersebut dan tidak melakukan aksi panic buying. "Justru orang kaya ini menurut saya harus lebih empati," ujar Kang Emil.
Selain itu, Kang Emil juga mengimbau agar masyarakat tak panik menanggapi kasus Corona ini dengan membeli sembako secara berlebihan. Sang Gubernur pun menegaskan bahwa pasokan pangan masih aman dan mencukupi karena belum ada kebijakan isolasi di daerah-daerah tertentu.
"Jangan panic buying sembako, karena supply dan demand masih aman," tegas Kang Emil. "Jika ibu kota sudah diisolasi, maka isu supply dan demand sembako itu baru jadi masalah."
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah mengunjungi Gudang Bulog di Kelapa Gading, Jakarta Utara, guna memastikan kondisi pasokan beras di tengah wabah virus Corona. Ia pun memastikan bahwa pasokan beras menjelang Lebaran masih aman.
"Saya rasa memang pasti dengan adanya Corona virus dan juga menuju Lebaran pasti masyarakat mempertanyakan bagaimana kesiapan pemerintah," katanya di lokasi, Rabu (4/3). "Komponen pemerintah kan banyak Bulog dan lain, dan tentu kita ingin memastikan stok beras aman baik untuk saat ini kita menghadapi Corona virus atau pun untuk Lebaran."
(wk/Bert)