Peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) menilai jika empon-empon dapat menjadi obat pencegah wabah virus corona (covid-19). Bagaimana penjelasannya?
- Ruth Meliana
- Rabu, 04 Maret 2020 - 16:42 WIB
WowKeren - Wabah virus corona (covid-19) saat ini benar-benar mengguncang berbagai negara. Presiden Joko Widodo bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto bahkan telah mengumumkan kasus pertama virus corona yang masuk ke Indonesia beberapa waktu lalu.
Guru Besar Ilmu Biologi Molekuler Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Chaerul Anwar Nidom baru-baru ini mengungkapkan penelitian yang telah dilakukan pihaknya. Nidom menilai jika empon-empon dapat menjadi penangkal virus corona.
Berdasarkan penjelasannya, selama ini salah satu zat yang berasal dari empon-empon yaitu curcumin telah berhasil menangkal virus hepatitis C dan flu burung (H5N1). Menurutnya, virus corona memiliki kemiripan genetik dengan virus jenis tersebut seperti hepatitis C dan flu burung berjenis virus RNA.
"Curcumin itu ada di dalam empon-empon. Apa saja empon-empon punya curcumin, yaitu jahe, temulawak, terus kemudian kunyit, kencur, serai, kayu manis," jelas Nidom seperti dilansir oleh CNNIndonesia, Selasa (3/3). "Itu semua mempunyai curcumin."
Lebih lanjut Nidom menerangkan jika virus berjenis RNA dapat menimbulkan reaksi produksi zat sitokin berlebih. Jika hal itu terjadi, maka sitokin di dalam paru-paru akan banjir sehingga akan menyebabkan kerusakan seperti yang dilakukan virus corona.
"Jadi corona yang masuk ke dalam paru-paru, paru-paru itu akan mengeluarkan sitokin. Sitokin itu pertama karena rangsangan (virus seperti) corona atau flu burung," ujar Nidom. "Kemudian, sitokin letaknya di paru-paru dia akan banjir. Produksi berlebihan. Nah, produksi berlebihan dia akan merusak sel di sebelahnya. Sel di sebelahnya rusak, juga mengeluarkan sitokin terus sampai banjir sitokin."
Demi membuktikan pernyataan tersebut, Nidom mengatakan jika pihaknya harus melewati serangkaian penelitian terlebih dahulu. Sejauh ini, penelitian yang dilakukan telah menunjukkan jika curcumin bisa menjadi imun modulator sekaligus dapat membunuh virus hepatitis C. "Bisa. Kita coba di Hepatitis C bisa (mematikan virus)," kata Nidom.
Selain itu, Nidom juga membutuhkan sampel covid-19 untuk melakukan uji klinis lebih lanjut mengenai efek empon-empon sebagai penangkal corona. Namun, sampel yang dibutuhkan masih sulit didapatkan lantaran virus corona baru saja masuk ke Indonesia.
(wk/lian)