Dengan melakukan konsultasi dengan dinas terkait, maka keputusan untuk meliburkan siswa bisa dipertimbangkan baik dari aspek kesehatan maupun dampak virus terhadap lingkungan sekitar.
- Zodiak Yanuarita
- Rabu, 04 Maret 2020 - 16:56 WIB
WowKeren - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menegaskan bahwa sekolah yang hendak meliburkan siswanya terkait antisipasi penyebaran virus corona untuk berkonsultasi terlebih dahulu. Hal itu dikemukakan oleh Kepala Biro Kerja Sama dan Humas Kemendikbud Ade Erlangga menyusul adanya sebuah sekolah di Jakarta Selatan yang meliburkan siswanya selama dua pekan.
Sekolah tersebut memutuskan untuk meliburkan peserta didik mereka usai salah seorang pengajarnya terindikasi suspect terinfeksi corona (Covid-19). Ade mengatakan bahwa pihak sekolah seharusnya berkonsultasi dulu untuk mencegah kepanikan warga.
"Sekolah yang mau meliburkan berkonsultasi dulu dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan setempat," kata Ade dilansir CNN Indonesia, Rabu (4/3). "Agar tidak timbul kepanikan."
Dengan melakukan konsultasi dengan dinas terkait, maka keputusan untuk meliburkan siswa bisa dipertimbangkan baik dari aspek kesehatan maupun dampak virus terhadap orang tua dan lingkungan sekitar sekolah. Ade mengatakan bahwa saat ini pihaknya tengah membahas terkait surat edaran untuk mengarahkan dan mengimbau langkah menanggulangi wabah corona di sekolah. "Sedang dirumuskan surat edaran," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah sekolah di wilayah Jakarta Selatan memutuskan untuk meliburkan siswanya selama dua pekan. Pimpinan keamanan sekolah mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan lantaran seorang pengajarnya tengah menjalani pemeriksaan terkait virus corona. "Sambil menunggu hasil negatif atau tidak guru itu, selama 14 hari diliburkan," ucap Firmansyah.
Langkah sekolah itu pun rupanya mendapat dukungan dari Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali. Menurutnya, sekolah sudah bersikap tanggap dalam menanggulangi kasus corona. Mekanismenya sudah benar, terkait dengan tanggap itu," kata Marullah dilansir Antara, Rabu (4/3).
Sementara itu, Kepala Seksi Kesiswaan dan Sumber Belajar Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Momon Sulaeman, menjelaskan pihaknya masih menunggu laporan terkait sekolah yang meliburkan siswanya terkait corona. "Itu inisiatif sekolah sendiri, karena kami tak pernah mengeluarkan instruksi," ujar Momon masih dilansir Antara.
(wk/zodi)