2 mahasiswa perguruan tinggi swasta di Makassar, Sulawesi Selatan dijadikan tersangka akibat berusaha menjual ratusan boks masker kesehatan ke Selandia Baru.
- Elvariza Opita
- Rabu, 04 Maret 2020 - 23:15 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu polisi dikabarkan berhasil menggagalkan upaya penyelundupan 200 boks masker ke Selandia Baru. Belakangan polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut, yakni mahasiswa perguruan tinggi swasta dengan inisial Ja (22) dan Jo (21).
Polisi pun melakukan penyelidikan atas kasus ini. Dan kekinian, modus serta motivasi di balik kasus ini pun berhasil diungkap.
"Ternyata (masker) itu berasal dari pembelian di apotek di seluruh kota Makassar, Gowa, dan Takalar," ujar Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono di Mapolrestabes Makassar, Rabu (4/3). "Barang ini akan dikirim ke New Zealand. Katanya di sana sudah kekurangan stok dan saya yakin akan kembali dijual di sana."
Sementara terkait motivasinya, ternyata tidak lepas dari urusan bisnis dan uang. Salah satu tersangka, yakni Ja, mengaku bisa mendapatkan cuan sampai Rp 60 juta bila ia berhasil mengirimkan ribuan masker tersebut.
"Saya kumpulkan dulu di sejumlah apotek," terang Ja ketika hendak diamankan, dilansir dari Kompas. "Kalau sudah sampai, baru saya ditransferkan sekitar kisaran Rp 50-60 juta."
Ja mengaku memerlukan waktu sekitar dua hari untuk bisa mengumpulkan ribuan masker tersebut. Semakin banyak masker yang berhasil dikumpulkan, maka keuntungan yang ia dapatkan lewat ekspedisi luar negeri itu pun akan jauh lebih banyak.
Praktik penyelundupan yang coba ia lakukan saat ini pun ternyata bukan yang pertama kalinya dilakukan. Baik Ja dan Jo ternyata sudah pernah berhasil menjual masker di Bali dan Balikpapan. Keduanya kini diancam dengan Pasal 107 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.
"Sudah ditetapkan tersangka tetapi (sekarang) masih dalam proses pemeriksaan," ujar Yudhiawan. Polisi menilai keduanya perlu ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal terkait karena menyembunyikan barang penting berupa masker dalam waktu tertentu hingga terjadi kelangkaan barang.
Masker memang menjadi produk kesehatan yang kini tengah dalam status langka. Akibat minimnya jumlah masker kesehatan yang ada di lapangan, harga produk itu pun jadi melambung tinggi.
Tak main-main, harga per boks nya bahkan bisa mencapai ratusan ribu, bahkan jutaan rupiah. Menanggapinya, platform e-commerce pun berjanji akan menindaklanjuti para penjual nakal tersebut. Sedangkan di sisi lain, asosiasi pedagang farmasi mengungkap alasan mengapa harga masker kini bisa melambung sedemikian tinggi.
(wk/elva)