Direktur Utama RSPI Sulianti Suroso, Mohammad Syahril, membenarkan bahwa pihaknya tidak langsung menyampaikan hasil pemeriksaan positif virus Corona tersebut kepada kedua pasien. Berikut alasannya.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 05 Maret 2020 - 07:29 WIB
WowKeren - Dua warga Depok yang dinyatakan positif terjangkit virus Corona (Covid-19) diketahui tengah dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso, Jakarta. Direktur Utama RSPI Sulianti Suroso, Mohammad Syahril, lantas membenarkan bahwa pihaknya tidak langsung menyampaikan hasil pemeriksaan positif virus Corona itu kepada kedua pasien yang merupakan ibu dan anak tersebut.
Pihak rumah sakit rupanya meneruskan info mengenai positif virus Corona tersebut kepada Presiden Joko Widodo terlebih dahulu. Sebelumnya, kedua pasien memang mengaku baru tahu soal kondisi mereka yang positif terjangkit virus Corona usai Jokowi membuat pengumuman ke publik pada Senin (2/3).
Menurut Syahril, pihak rumah sakit memang tak bisa menyampaikan informasi tersebut begitu saja. Pasalnya, pihak rumah sakit harus menunggu arahan dari pemerintah terlebih dahulu.
"Jadi ini kan wabah ya. Kalau pengumuman wabah ada aturan siapa yang harus berbicara pertama kali," ungkap Syahril di RSPI pada Rabu (4/3). "Saya pun sebagai Dirut tidak boleh bicara."
Lebih lanjut, Syahril menekankan bahwa pihaknya memang tidak boleh memberitahu pasien Corona tersebut tentang kondisi mereka. Pihak rumah sakit harus menunggu siapa yang ditunjuk negara untuk mengumumkan kasus wabah Corona pertama tersebut.
"Itu sudah aturannya. Luar biasa kemarin Presiden yang mengumumkan dan itu sudah ada UU-nya," tegas Syahril. "Kami pun tidak memberi tahu ke pasien sebelum Presiden mengumumkan."
Sebelumnya, pihak Istana juga sudah buka suara terkait hal ini. Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, menjelaskan penyampaian informasi soal WNI di dalam negeri yang terinfeksi virus Corona merupakan situasi luar biasa.
Dalam situasi demikian, imbuh Fadjroel, ada mekanisme tersendiri yang harus ditempuh. Yakni Menteri Kesehatan menyampaikan langsung kepada Kepala Negara untuk kemudian diumumkan ke publik.
"Karena ini kan situasinya memang tidak biasa," ujar Fadjroel di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/3). "Karena situasinya tidak biasa, ya jadi Menkes yang memberitahukan ke Presiden. Presiden yang mengumumkan."
(wk/Bert)