3 Petugas KPK Dikepung Warga di Jember Karena Dianggap Mencurigakan, Ini Kronologinya
Nasional

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jember, AKP Yadwivana Jumbo Qontasson, peristiwa pengepungan terhadap 3 petugas KPK tersebut terjadi pertengahan Februari lalu.

WowKeren - Tiga petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat dikepung oleh Desa Sukowono, Jember, Jawa Timur, kala melakukan penyelidikan. Ketiga petugas KPK tersebut dinilai memiliki gerak-gerik mencurigakan dan bahkan sempat dilaporkan ke polisi.

Menurut Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Jember, AKP Yadwivana Jumbo Qontasson, peristiwa tersebut terjadi bulan lalu. "Sekitar pertengahan Februari," tutur Jumbo di Mapolres Jember pada Rabu (4/3).

Tepatnya, peristiwa tersebut terjadi pada 17 Februari 2020. Kala itu, ketiga petugas KPK tersebut memang sudah beberapa hari di Desa Sukowono dengan menggunakan mobil plat L yang merupakan nomor polisi untuk daerah Surabaya dan sekitarnya.

Warga pun mulai mencurigai ketiga orang yang datang ke desa mereka tersebut. Warga juga disebut sempat melihat ketiganya mengambil foto Balai Desa Sukowono.


Kepala Desa Sukowono, Horifah, dan orang-orang dekatnya pun dibuat curiga dengan hal ini. Alhasil, ketiga orang tersebut langsung dikepung dan diamankan warga. Meski akhirnya menunjukkan kartu identitas petugas KPK, para warga masih tak percaya dan melaporkan mereka ke polisi. Jumbo sendiri mengungkapkan bahwa sebenarnya ada 6 orang petugas KPK yang ada di sana.

"Yang satu mobil ada 2 laki-laki dan 1 perempuan dibawa warga ke Polres," ungkap Jumbo. "Sedangkan, satu mobil berhasil lolos (dari pengejaran warga)."

Sementara itu, pihak KPK juga telah mengonfirmasi insiden tersebut. Menurut Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, ada kesalahpahaman antara warga desa Sukowono dengan petugas KPK yang saat itu tengah melakukan penyelidikan.

"Karena kami pada saat melaksanakan penyelidikan kan ada dua model, model tertutup dan model yang terbuka," terang Nurul di Jakarta Selatan pada Rabu (4/3). "Petugas kami tidak menunjukkan identitas sebagai KPK karena memang silence."

Nurul juga mengaku pihaknya telah memanggil 2 petugas yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. "Sudah kita panggil mereka ke KPK, dan sudah dua orang yang dilakukan penyelidikan," pungkasnya.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait