Seorang pedagang sembako di Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara dengan tegas menolak para pemborong di tokonya yang heboh karena kasus corona telah masuk ke Indonesia.
- Nidya Putri
- Kamis, 05 Maret 2020 - 12:23 WIB
WowKeren - Masuknya virus corona ke Indonesia membuat sejumlah penduduk merasa panik dan khawatir. Tak sedikit pula yang berbondong-bondong untuk membeli sembako karena takut kehabisan stok bahan pangan.
Sama dengan yang terjadi di toko sembako di Jalan K, Teluk Gong, Penjaringan, Jakarta Utara. Sejak diumumkannya kasus corona pertama di Indonesia, toko sembako milik Susanna Indrayani dipenuhi oleh para pemborong.
Jika keadaan ramai tersebut biasa dimanfaatkan oleh para pedagang sembako maka beda dengan yang dilakukan oleh wanita 57 tahun pemilik toko tersebut. Ia justru membatasi belanja para konsumennya, alasannya agar semua orang bisa kebagian.
"Saya enggak (layani yang beli banyak). Saya bilang kalian beli sedikit ya, besok juga ada," kata Susanna, Rabu (4/3). "Tenang aja. Saya bilang seperti itu. Saya yakini biar orang nggak tegang gitu."
Susanna pun menceritakan saat kejadian yang terjadi pada Senin (2/3) lalu itu. Konsumen mulai berdatangan ke tokonya sekitar pukul 14.00 WIB saat itu. Beberapa pembeli bahkan ada yang mengambil barang sendiri padahal sistem di toko tersebut haruslah memesan dari meja kasir.
"Saya pun nggak nyangka tiba-tiba kok banyak orang datang, tapi harga saya tetap," katanya. "Saya bukan cari kesempatan begini dalam kesempitan, saya mau untung banyak atau apa, enggak."
Menurut Susanna, pembeli datang dari berbagai wilayah. Sebagian ia mengenalnya tapi lebih banyak yang tak ia kenal.
"Saya nggak terpikirkan untuk ambil kesempatan dalam kesempitan ya dalam situasi begini," terangnya. "Saya harapnya itu penyakit cepat hilang itu. Setiap orang datang saya selalu bilang, 'pulang sembahyang ya, masing-masing agama ya. Ini paling penting, bukan barang-barang itu. Kalau penyakit itu hilang kita semua jadi lancar, barang-barang sembako juga aman."
Susanna kemudian menambahkan jika saat ini stok barangnya masih banyak di gudang. Kondisi pasar juga sudah seperti biasanya.
"Saya sih biasa ada stok. Saya eceran ada. Lumayan banyak juga kan," tutupnya. "Stok normal-normal aja. Saya nggak mau naikin harga tinggi. Kalau habis saya beli lagi."
Sebelumnya, keributan yang terjadi di toko milik Susanna itu telah diabadikan ke dalam video yang kemudian di unggah di Twitter. Dalam video itu Susanna mengatakan saat kondisi sekarang ketika orang-orang panik karena kasus corona, dia tidak akan mengambil keuntungan dengan menaikkan harga sembako dan membatasi pelanggan untuk membeli barang agar yang lain kebagian.
Aksi berani Susanna ini lantas menuai beragam respon dari netizen. Tak sedikit yang memuji sikapnya yang tegas di tengah situasi panic buying akibat wabah corona yang tengah terjadi saat ini.
(wk/nidy)