Semarang Izinkan Kapal Viking Sun Berlabuh Usai Ditolak Surabaya, Alasan Mulia Disorot
Nasional

Kapal pesiar Viking Sun awalnya akan merapat di Surabaya, namun akhirnya ditolak karena disebut membawa 2 suspect Corona. Kini kapal itu boleh berlabuh di Semarang.

WowKeren - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dengan tegas menolak bersandarnya kapal pesiar Viking Sun di Tanjung Perak. Kebijakan "kejam" ini diambil pasca Risma menerima laporan bahwa ada dua orang yang diduga terjangkit virus Corona diangkut oleh kapal pesiar tersebut.

"Setelah kami tunjukkan pada rumah sakit Unair ada yang suspect, sehingga hari ini aku ngirim surat tidak boleh kapal itu penumpangnya turun di Surabaya," ujar Risma di Solo, Rabu (4/3). "Karena saya di sini (Solo) tanda tangannya elektronik, aku mengajukan penolakan."

Viking Sun lantas mengalihkan opsi pelabuhannya ke Semarang, Jawa Tengah. Namun senada dengan Risma, ternyata pemerintah setempat hampir tak menurunkan izin untuk kapal itu merapat.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta KKP untuk memeriksa seluruh penumpang yang ada. "Kalau ada yang suspect Corona, jelas kapal tidak boleh merapat," tegas Ganjar di Tegal, Kamis (5/3).


Namun akhirnya nasib Viking Sun yang terkatung-katung di perairan Semarang mendapat kejelasan. Walkot Semarang, Hendrar Prihadi, akhirnya memutuskan untuk memberi izin kapal tersebut berlabuh di Tanjung Emas.

Hendrar menyatakan awalnya pihaknya berencana untuk menolak kedatangan kapal tersebut. Namun akhirnya penolakan itu ditanggalkan dengan alasan mulia sebagai berikut, yakni untuk memasukkan kebutuhan logistik bahan makanan.

"Atas permintaan dari Kesyahbandaran, kapal tetap harus bersandar, tapi hanya untuk memasukkan kebutuhan logistik," ujar Hendrar di Kantor Balai Kota Semarang, dikutip dari Kompas. "Kami tak mengizinkan seluruh penumpang untuk turun ke pelabuhan."

Hal senada juga diungkap oleh Kepala Kantor KSOP Kelas I Tanjung Emas Semarang, Junaidi. Pihaknya akhirnya berkenan memberikan izin atas kapal pesiar itu setelah Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Semarang melakukan pemeriksaan terhadap penumpang dan kru kapal sejauh 2 mil dari pelabuhan.

"Kapal pesiar tetap akan bersandar ke pelabuhan untuk mengisi kebutuhan logistik," pungkas Junaidi. "Kapal hanya akan memasukkan logistik sebanyak 4 kontainer, sebagian besar bahan makanan. Hal ini dilakukan untuk misi kemanusiaan."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait