Kedua pasien positif corona masih dirawat di RS Penyakit Infeksi Sulianto Saroso, Jakarta. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pun akan memulangkan pasien jika hasil kedua tes berikutnya negatif.
- Nidya Putri
- Jumat, 06 Maret 2020 - 09:37 WIB
WowKeren - Indonesia mengumumkan pasien positif corona (COVID-19) pada senin (2/3) lalu. Pasien tersebut adalah seorang ibu 964) dan putrinya (31), dimana keduanya terpapar corona usai berinteraksi dengan warga negara Jepang yang positif saat dicek di Malaysia.
Hingga saat ini kedua pasien yang berasal dari Depok, Jawa Barat itu masih menjalani perawatan di RS Penyakit Infeksi Sulianto Saroso, Jakarta. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan jika dalam dalam dua kali pemeriksaan ulang hasilnya negatif maka keduanya akan dipulangkan.
"Rencana kami lima hari sejak masuk rumah sakit akan dilakukan pemeriksaan ulang," ujar Juru Bicara pemerintah penanganan virus corona, Achmad Yurianto di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Kamis (5/3). "Mana kala hasilnya negatif, dua hari kemudian diperiksa lagi. Kalau hasilnya negatif akan kami pulangkan."
Lebih lanjut, Achmad menegaskan jika proses pemeriksaan tersebut telah sesuai dengan prosedur standar yang ditetapkan oleh seluruh dunia. Kondisi kedua pasien itu sendiri telah membaik.
"Kedua pasien sejak datang sampai hari ini masih tidak menggunakan oksigen karena tidak sesak," katanya. "Dan tidak menggunakan infus. Sekarang masih batuk, jarang-jarang dan sudah tidak panas."
Sementara itu, untuk obat corona, Achamad menjelaskan jika sampai saat ini masih belum ada obatnya. Menurutnya, virus corona termasuk penyakit self limited disease atau dapat sembuh sendiri sehingga upaya yang dapat dilakukan adalah menjaga daya tahan tubuh.
"Sampai saat ini secara resmi WHO dan dunia belum menemukan obat yang spesifik untuk virus ini," terang Achmad. "Kalau daya tubuh kita baik maka virus ini akan turun."
Ia juga tak menampik jika obat-obatan maupun minum herbal juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Namun ia menegaskan bahwa obat-obatan herbal pun belum mampu menyembuhkan virus tersebut.
"Terkait penggunaan herbal dan lainnya dalam konteks meningkatkan daya tahan tubuh bagus," pungkasnya. "Tapi bukan untuk membunuh virusnya."
(wk/nidy)