Berdasarkan data yang didapatkan dari Bappenas, dari total penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas, hanya ada 8,8 persen yang mampu mengenyam pendidikan tinggi.
- Zodiak Yanuarita
- Jumat, 06 Maret 2020 - 13:20 WIB
WowKeren - Menteri Agama Fachrul Razi mengungkapkan harapannya minimal ada satu orang dalam satu keluarga yang bisa mendapatkan gelar sarjana. Oleh sebab itu, ia tengah berupaya merancang program pendidikan agar anak muda Indonesia bisa mengenyam bangku pendidikan tinggi.
"Saya berharap kiranya didorong kesadaran kolektif," kata Fachrul di Tangerang, Banten, Kamis (5/3). "Anak-anak kita saatnya harus jadi sarjana. Sekurang-kurangnya 1 keluarga 1 sarjana."
Menurutnya, masih ada banyak penduduk Indonesia yang belum bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Berdasarkan data yang didapatkannya dari Bappenas, dari total penduduk Indonesia berusia 15 tahun ke atas, hanya ada 8,8 persen yang mampu mengenyam pendidikan tinggi.
Oleh sebab itu, ia ingin memperluas akses perguruan tinggi untuk masyarakat. "Artinya kita mendorong untuk melakukan perluasan akses kepada masyarakat agar anak-anak bangsa menikmati menuntaskan pendidikannya hingga perguruan tinggi," Menag.
Ia yakin bahwa program ini akan bisa membuahkan hasil. Selain itu, pemerintah akan mengeluarkan berbagai kebijakan penunjang untuk memfasilitasi pemuda Indonesia menimba ilmu di perguruan tinggi. Misalnya melalui Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP).
Dengan kartu ini, anak-anak muda yang sudah lulus pendidikan setingkat SLTA tetap bisa melanjutkan ke perguruan tinggi meski tidak mampu. namun ada syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan dana kuliah tersebut. Peserta KIP akan mendapatkan dana sebesar Rp 6,6 juta orang per semester.
"Akan disediakan 6,6 juta orang per semester," jelas Fachrul. "Ini sudah cukup dan bisa mengejar ketertinggalan kita."
Sementara itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menargetkan 818 ribu mahasiswa mendapat KIP Kuliah. KIP Kuliah merupakan salah satu program yang sempat diagungkan oleh Presiden Joko Widodo saat kampanye lalu. Pemegang kartu ini akan mendapatkan biaya kuliah Rp 2,4 juta per semester dan biaya hidup sebesar Rp 4,2 juta per semester.
(wk/zodi)