Bahan Baku Bergantung dari Tiongkok, Industri Farmasi RI Ikut Babak Belur Gegara Corona
Nasional

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menuturkan jika industri farmasi memainkan peranan penting untuk masyarakat banyak namun di lain sisi industri ini juga ikut terimbas penyebaran corona.

WowKeren - Penyebaran wabah corona terbukti memberikan dampak di banyak sektor kehidupan negara. Salah satunya industri farmasi.

Pasalnya, bahan baku farmasi RI pada dasarnya didatangkan dari Tiongkok, tempat virus tersebut berasal. Sehingga adanya penyebaran virus ini juga turut mengganggu suplai bahan baku ke dalam negeri.


Dilansir Detik, bahan baku industri farmasi di Indonesia berasal dari impor. Sedangkan porsi terbesar, yakni sekitar 60 persen, didatangkan dari Tiongkok.

"Industri farmasi menjadi salah satu industri yang terdampak dengan adanya wabah ini," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita saat kunjungan ke Pusat Riset Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) di Jababeka, Jawa Barat, Rabu (11/3). "Mengingat 60 persen kebutuhan bahan baku berasal dari Cina."

Seiring penyebaran corona yang kian luas, permintaan terhadap obat-obatan pun juga meningkat. Namun sebaliknya, industri ini juga ikut terdampak dari adanya penyebaran virus tersebut.

"Industri farmasi merupakan industri strategis yang berdampak pada kebutuhan masyarakat banyak," tutur Agus. "Apalagi saat ini terjadi wabah Corona, di mana upaya kesehatan masyarakat meningkat tajam, sehingga kebutuhan obat-obatan juga naik."

Saat kunjungan ke Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences, ia melihat jika proses produksi farmasi masih berjalan dengan normal. "Kalau dari Cina berdasarkan pengalaman ya Covid-19 ini tapi ada produksi ya yang dihasilkan atau yang dilakukan dalam kegiatan di Dexa Group ini, yang memang sepenuhnya boleh saya berani katakan hampir mendekati 100 persen itu berkaitan dengan local content, baik bahan bakunya maupun proses produksinya," lanjut Agus.

Selain itu, ia juga mendorong agar pemerintah mampu mendorong percepatan substitusi produk impor farmasi dengan bahan baku lokal. Dengan langkah ini, ia yakin jika angka impor bahan baku bisa ditekan.

Pada akhirnya, yang akan terimbas adalah defisit negara. Selain itu, dengan lebih mengedepankan bahan baku lokal maka hal itu juga bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan peningkatan angka ekspor.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts