Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membuat simulasi dari penyebaran virus corona di Ibu Kota. Skenario terburuk dari simulasi tersebut adalah 6 ribu orang terinfeksi virus corona.
- Bertilia Puteri
- Kamis, 12 Maret 2020 - 13:09 WIB
WowKeren - Wabah virus corona diketahui telah menjangkit 34 orang di wilayah Indonesia. Selain itu, 1 pasien corona yang berstatus sebagai warga negara asing (WNA) juga dilaporkan meninggal dunia di Bali.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lantas membuat simulasi dari penyebaran virus corona di Ibu Kota. Menurut Anies, bisa muncul 6 ribu kasus corona terjadi apabila tak ada langkah serius dalam mencegah penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok, itu. Namun, Anies berharap agar skenario terburuk tersebut tidak terjadi.
"Kalau 2 minggu ke depan kita tidak melakukan langkah-langkah yang serius, punya potensi bisa 6 ribu kasus, 840 parah, 300 kritis," ungkap Anies di program "Mata Najwa" pada Rabu (11/3) malam. "Ini simulasi dengan menggunakan skenario terburuk."
Lebih lanjut, Anies menjelaskan bahwa ada 2 model tindakan yang diambil beberapa negara dalam mencegah penyebaran virus corona. Model pertama, tutur Anies, dilakukan oleh Iran, Korea Selatan, Italia, dan Amerika Serikat.
Menurut Anies, Italia melakukan pencegahan dan pengetesan corona dengan "rileks". Namun, kasus corona di Italia justru melonjak drastis dari yang awalnya hanya 4 kasus menjadi 9.172 kasus dalam 18 hari.
Kemudian, ada model kedua yang diterapkan oleh Singapura, Vietnam, dan Selandia Baru. Negara-negara ini melakukan pencegahan dan pengetesan terhadap masyarakatnya sejak awal sehingga mampu menekan penyebaran virus corona.
Anies lantas mengaku akan menerapkan model penanganan yang kedua di Jakarta. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut juga mengaku telah mengumpulkan seluruh jajaran dan pihak terkait untuk menjalankan pencegahan di tahap awal.
"Apa yang terjadi jika dikendalikan. Di Selandia baru, baru 4 kasus, 8 ribu orang diisolasi," ungkap Anies. "Langkahnya, tau lokasi di mana, berinteraksi dengan siapa aja, di mana saja, lalu dianjurkan suka rela melakukan isolasi."
Selain itu, Anies juga ingin melakukan langkah pencegahan dengan cepat. Pasalnya, pihak pemerintah memiliki tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dari virus corona yang kini telah ditetapkan sebagai pandemi tersebut.
"Lebih baik melakukan langkah lebih, langkah yang ekstra meskipun konsekuensi finansialnya tinggi, konsekuensi ekonomi tinggi," pungkas Anies. "Tapi itu akan menyelamatkan warga dari potensi corona virus."
(wk/Bert)