Imbas Corona, Tagihan Listrik April Bakal Dihitung Dari Rerata 3 Bulan Terakhir
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Wabah virus Corona menyebabkan beberapa pelayanan diubah mekanismenya demi meminimalisir kontak. Termasuk diantaranya PLN yang menerapkan kebijakan seperti berikut.

WowKeren - Wabah virus Corona di Indonesia seolah makin tak terkendali. Demi menanggulanginya, pemerintah pun mencanangkan gerakan physical distancing dan work from home.

Salah satu yang melakukannya adalah PT Perusahaan Listrik Negara (Persero). Demi meminimalisir kontak antara pelanggan dan petugas, PLN pun mengimbau agar meteran pemakaian listrik dipotret dan tagihan akan ditentukan dari sana.

Namun kebijakan ini ternyata telah berubah. Sebab dalam pernyataan terbarunya pada Kamis (26/3), PLN menyebut akan melakukan penagihan tarif listrik lewat rerata tagihan 3 bulan terakhir.

Senior Executive Vice Presiden (SEVP) Departemen Bisnis dan Pelayanan Pelanggan PLN, Yuddy Setyo Wicaksono, membenarkan informasi ini. Menurutnya kebijakan tersebut diterapkan sebagai upaya konkret PLN dalam menekan penyebaran wabah virus Corona.

Dengan demikian, pencatatan dan pemeriksaan stand meter pelanggan ditangguhkan untuk sementara waktu. Sebagai penggantinya, PLN akan menentukan tagihan bulan April 2020 mendatang sesuai dengan rata-rata pemakaian selama 3 bulan terakhir.


"Artinya, untuk pembayaran rekening bulan April, perhitungannya menbggunakan data dari historis rata-rata pemakaian kWh pada bulan Desember, Januari, dan Februari," ujar Yuddy dalam keterangan tertulisnya, dilansir Kompas pada Rabu (26/3).

Imbas Corona, Tagihan Listrik April Bakal Dihitung Dari Rerata 3 Bulan Terakhir

Instagram/pln_id

Alhasil petugas pun tak perlu datang ke rumah dan pelanggan tidak perlu merasakan kekhawatiran apabila harus berinteraksi dengan petugas PLN di tengah wabah virus Corona seperti saat ini. Namun demikian, kebijakan ini, tegas Yuddy, dipastikan tak akan membuat masyarakat merugi.

Menurut Yuddy, jika ada ketidaksesuaian pencatatan stand akhir kWh meter dan perhitungan rekening, akan diperhitungkan pada rekening bulan depan. "Pengaduan bisa langsung disampaikan ke contact center PLN 123," terang Yuddy.

Tak hanya itu, PLN juga mengimbau agar pelanggan melakukan pembayaran secara online. Alasannya masih sama, demi meminimalisir kontak fisik antara pelanggan dengan petugas.

"Jadi sebagai upaya preventif mencegah penularan Corona virus atau COVID-19," pungkas Yuddy. "Kami mengajak pelanggan untuk memaksimalkan pembayaran listrik secara online."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts