Puluhan Pemuda Surabaya Iseng Minta Dites Corona Bikin Jengkel Puskesmas
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Sejak Pemkot Surabaya buka peta sebaran virus corona melalui aplikasi, puskesmas di kota pahlawan ini dibuat jengkel oleh kelakuan anak muda yang iseng minta dites COVID-19.

WowKeren - Kota Surabaya telah masuk dalam zona merah penyebaran virus corona (COVID-19) di Indonesia. Dilansir laman resmi Pemerintah Provinsi Jawa Timur, saat ini total kasus COVID-19 di Kota Pahlawan sebayak 41 pasien positif.

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya juga telah membuka peta sebaran corona melalui aplikasi. Dalam aplikasi ini, Pemkot Surabaya juga menyatakan akan melakukan pemeriksaan terhadap para warga yang diketahui menunjukkan gejala terkena virus corona.


Namun, niatan Pemkot Surabaya tersebut justru disalahgunakan oleh beberapa orang. Pasalnya, banyak orang justru hanya iseng saja dalam mengisi kondisi mereka yang dianggap kena corona dalam aplikasi tersebut.

Puskesmas Ngagel Rejo mengatakan jika pihaknya telah menerima sekitar 60 keluhan. Ternyata, rata-rata laporan keluhan itu diisi oleh anak-anak muda yang ingin mengetes keseriusan pemkot dalam menangani COVID-19, apakah benar-benar didatangi atau tidak.

Kepala Puskesmas Ngagel Rejo, Endang Susilowati mengatakan jika orang-orang iseng tersebut diketahu merupakan pekerja kantoran. Mereka disebutkan iseng dan hanya ikut-ikut temannya agar bisa mendapatkan tes swab gratis.

”Rata-rata yang datang iseng, kedua ikut-ikut temannya barangkali dapat tes swab COVID gratis,” cerita Endang di ruang kerjanya, Selasa (31/3). “Ketiga pengen tahu apakah kalau mengisi benar-benar didatangi.”

Endang bisa memaklumi jika banyak orang-orang mengisi kuisioner untuk sekadar iseng saja. Namun, pandemi virus corona saat ini dinilai begitu sensitif baik di dunia maupun di Indonesia sehingga ia menyayangkan aksi iseng tersebut.

Menurutnya, saat ini sejumlah pihak telah begitu kewalahan dalam mengurus pasien maupun suspect virus corona yang terus meningkat setiap harinya. Oleh sebab itu, Endang berpesan kepada masyarakat Surabaya untuk menggunakan aplikasi yang disediakan pemerintah dengan baik dan bijak.

”Mengurus yang ODP saja kita pontang panting,” keluh Endang. “Mohon untuk yang iseng janganlah lalai, kalau benar-benar ada keluhan datang ke puskesmas.”

Endang mengaku cukup jengkel kepada 60 orang yang diketahui iseng tersebut. Meski demikian, dengan sabar ia tetap memberikan edukasi dan imbauan terhadap mereka.

”Petugas bawa form tanya keluhannya apa, rata-rata mereka bekerja dan ngantor. Kita imbau untuk isolasi mandiri yang iseng,” ujar Endang. “Malah yang tidak mengisi ke aplikasi malah memiliki gejala, ada yang kesini langsung, ada yang dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya.”

Terakhir, ia menegaskan jika Pemkot benar-benar akan mendatangi rumah pelapor yang mengaku merasakan gejala virus corona. “Ini akan kita datangi lima orang.Pemkot itu bukan hanya buat aplikasi saja, tapi benar-benar didatangi,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, kasus virus corona di Indonesia terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan setiap harinya. Hingga Selasa (31/3), kasus corona di Indonesia mencapai 1.528 pasien positif COVID-19.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts