BREAKING: Pasien Positif Corona Jadi 1.414 Orang, Angka Kematian Alami Tren Penurunan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Pemerintah Indonesia kembali mengumumkan lonjakan kasus virus corona menjadi 1.414 orang, angka kematian akibat COVID-19 mengalami tren penurunan. Begini datanya.

WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia terus mengalami kenaikan yang signifikan setiap harinya. Pemerintah kembali mengumumkan lonjakan pasien positif corona pada Senin (30/3) sore.

Berdasarkan data dari covid19.go.id, kasus COVID-19 di Indonesia telah bertambah 129 orang dari hari sebelumnya yang masih berjumlah sebanyak 1.285 pasien. Total, pasien positif corona di Tanah Air saat ini mencapai 1.414 orang.

Korban meninggal akibat COVID-19 di Indonesia saat ini mencapai 122 orang. Sementara pasien yang dinyatakan sembuh dari virus corona hingga hari ini mencapai 75 orang.

Peta Sebaran Corona Di Indonesia

covid19.go.id

”Penambahan konfirmasi kasus positif mencapai 129 orang. Sehingga total kasus 1.414," kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto dalam keterangan persnya, di gedung BNPB, Jakarta pada Senin (30/3). “Kasus kematian bertambah 8 orang, sehingga total 122 orang.”


Angka kematian COVID-19 di Indonesia juga terlihat mulai mengalami tren penurunan dalam tiga hari terakhir. Pada Sabtu (28/3), angka kematian di Indonesia sebesar 15 korban jiwa.

Grafik Perkembangan Corona Di Indonesia

covid19.go.id

Kemudian pada Minggu (29/3), angka kematian kembali turun menjadi 12 orang per hari. Sekarang, korban jiwa akibat COVID-19 di Tanah Air juga menurun lagi menjadi 8 orang per hari.

Selanjutnya untuk jumlah pasien yang sembuh juga mengalami kenaikan dari hari sebelumnya sebesar 5 pasien. Pada hari ini, pasien yang dinyatakan sembuh meningkat tajam menjadi 11 orang.

Sejauh ini, Provinsi DKI Jakarta masih menjadi wilayah dengan kasus COVID-19 tertinggi di Indonesia. Ibu kota melaporkan sebanyak 698 kasus. Korban jiwa di DKI Jakarta tercatat sebesar 74 orang, dan yang sembuh 48 pasien.

Peningkatan jumlah kasus ini telah membuat sejumlah daerah menerapkan karantina wilayah alias lockdown mandiri, secara total maupun parsial demi menekan penyebaran COVID-19. Kebijakan sejumlah daerah tersebut nekat dilakukan lantaran pemerintah pusat masih bergeming dan tidak memberikan kebijakan yang tegas.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts