Berbagai aksi humanis mewarnai penanganan wabah virus Corona di Indonesia. Tak jarang beberapa diantaranya menunjukkan sikap toleransi antaragama seperti kisah-kisah di bawah ini.
- Apr 2, 2020
WowKeren - Aksi seorang relawan bernama Zulfa Ningsih Lestari (22) di Palu, Sulawesi Tengah jelas menginspirasi banyak orang. Bagaimana tidak? Aksi kemanusiaannya sebagai satu-satunya relawan perempuan di sana memang membuat terenyuh.
Zulfa merupakan bagian dari relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang ikut melakukan penyemprotan disinfektan di Gereja Kebangunan Kallam Allah Jemaat Palu pada Rabu (25/3) lalu. Mengabaikan fakta bahwa ia berhijab, yang berarti ia seorang muslimah, Zulfa percaya diri "membersihkan" seluruh bagian gereja agar terbebas dari kuman penyebab penyakit, termasuk virus Corona.
"Semua tempat ibadah kami siap bersihkan kalau diminta. Gratis," ujar Zulfa, dilansir dari Liputan 6. "Ini upaya kami untuk mencegah penyebaran virus Corona COVID-19 di tempat-tempat publik."
Zulfa mengaku aksinya kerap mengundang pertanyaan publik. Sebab saat ini ia tetap beraktivitas di luar, seolah menantang maut, ketika pemerintah mengimbau publik untuk tetap di dalam rumah.
Zulfa menegaskan setiap relawan sudah dibekali dengan pengetahuan dan persiapan keamanan sebelum terjun ke lapangan. "Orangtua juga selalu mengingatkan untuk berhati-hati," ungkapnya, menegaskan dirinya yang selalu memasang kewaspadaan tinggi dalam beraktivitas sebagai relawan.
"Ini soal kemanusiaan. Siapa pun dan darimana pun yang meminta bantuan ke kami, selagi bisa pasti kami bantu," tegas Zulfa. "Kami tidak tanya asal dan darimana yang meminta bantuan kami. Wabah itu (COVID-19) sudah jadi ancaman untuk semua orang. Membantu sesama justru menguatkan agama kita."
(wk/elva)