Berbagai aksi humanis mewarnai penanganan wabah virus Corona di Indonesia. Tak jarang beberapa diantaranya menunjukkan sikap toleransi antaragama seperti kisah-kisah di bawah ini.
- Elvariza Opita
- Kamis, 02 April 2020 - 13:30 WIB
WowKeren - Wabah virus Corona memang menyita perhatian tersendiri di kalangan masyarakat Indonesia. Seperti diketahui, sudah 1.677 orang yang dinyatakan positif terinfeksi virus tersebut.
Berbagai upaya pencegahan penularan lebih lanjut pun digalakkan oleh pemerintah. Mulai dari anjuran mengisolasi diri dan banyak beraktivitas dari rumah, pemerintah juga mengatur agar tempat-tempat umum disemprot disinfektan.
Aksi ini jelas membutuhkan bantuan banyak orang. Dan disinilah peran kemanusiaan serta toleransi beragama tampak, seperti dalam kisah-kisah berikut ini.
Di artikel ini, Wowkeren.com sudah menghimpun sejumlah kisah kemanusiaan yang menjunjung tinggi toleransi beragama dalam menyikapi wabah virus Corona. Semoga peristiwa-peristiwa ini bisa membuatmu adem dan lebih kompak dalam menghadapi wabah COVID-19.
(wk/elva)1. Masjid Kompleks Sediakan Makanan Untuk ODP Non-Muslim
Seorang warganet Twitter dengan akun @diasrasyid membagikan kisah yang sukses membuat banyak orang terharu. Sebab menurut penuturannya, masjid di kompleksnya, begitu pula tetangga yang lain, bekerja sama menyediakan kebutuhan hidup salah seorang warga non-muslim yang tengah mengisolasi diri.
Kejadian ini bermula dari seorang warga non-muslim yang secara sadar mengarantina diri usai seorang jemaah gerejanya meninggal akibat COVID-19. Selama masa karantina itu, masjid kompleks berkenan menyediakan makanan 3 kali sehari untuk warga non-muslim yang mengarantina diri itu.
"Same here mas. Ada ODP di dekat rumah. Non muslim, jadi ODP karena ada jamaah 1 gerejanya yg meninggal karena Covid," cuit @diasrasyid. "Dia dengan sadar karantina mandiri, makan 3x sehari di supply sama masjid komplek. Humanity works well."
Cuitan pemilik akun ini pun menimbulkan rasa haru tersendiri bagi warganet lain. Mereka kompak meyakini toleransi tinggi yang dijunjung mampu membuat mereka lebih kuat dalam menghadapi wabah COVID-19.
2. GP Ansor Bagikan Hand Sanitizer ke Tempat Ibadah
Tempat ibadah jelas menjadi salah satu lokasi yang paling rentan terpapar virus Corona. Laju penularan di sana pun demikian tinggi mengingat banyak orang bisa berkumpul, kendati saat ini pemerintah mengimbau agar kegiatan beribadah dilakukan dari rumah.
PAC GP Ansor Kecamatan Turi, Lamongan, Jawa Timur tak ingin virus Corona makin menyebar di tempat-tempat ibadah. Oleh karena itulah mereka melakukan aksi pembagian hand sanitizer serta menyediakan touch soap dispenser dan bak di sana.
Tak memandang agama, GP Ansor yang merupakan "bagian" dari Nahdlatul Ulama (NU) itu melakukan aksi kemanusiaannya di masjid, gereja, dan pura. Aksi ini pun menjadi pembicaraan warganet.
"Dalam rangkaian kegiatan pembagian hand sanitizer, touch soap dispenser dan bak di tempat-tempat ibadah (masjid, gereja, pura) yg ada di kecamatan turi," cuit @nurcahyono___. "Untuk mencegah penyebaran covid-19 yg dilakukan oleh PAC GP ANSOR KECAMATAN TURI."
3. FPI Kalsel Semprot Disinfektan ke Gereja
Penyemprotan disinfektan dilakukan di berbagai lokasi yang dianggap berisiko tinggi terpapar virus. Salah satunya jelas tempat ibadah seperti masjid dan gereja.
Front Pembela Islam (FPI) ikut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan itu. Dan menariknya, mengesampingkan perbedaan agama, FPI ikut melakukan penyemprotan di sebuah gereja usai pengurus rumah ibadah itu mengajukan permohonan.
Kejadian yang menunjukkan kerukunan beragama ini terjadi di Desa Padang Sari, Kalimantan Selatan. Tentu aksi ini patut diberi apresiasi tinggi bukan?
"Melihat kegiatan penyemprotan disinfektan yg dilakukan FPI Binuang, pihak gereja GK E Bago yg berada di Desa Padang Sari, Kalsel meminta agar sarana ibadah tsb disemprot," ujar @hilmi_fpi_. "Alhamdulillah permintaan tsb telah ditindak. (26/03/20)."
4. Relawan Perempuan Sigap Ikut 'Semprot' Gereja di Palu
Aksi seorang relawan bernama Zulfa Ningsih Lestari (22) di Palu, Sulawesi Tengah jelas menginspirasi banyak orang. Bagaimana tidak? Aksi kemanusiaannya sebagai satu-satunya relawan perempuan di sana memang membuat terenyuh.
Zulfa merupakan bagian dari relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang ikut melakukan penyemprotan disinfektan di Gereja Kebangunan Kallam Allah Jemaat Palu pada Rabu (25/3) lalu. Mengabaikan fakta bahwa ia berhijab, yang berarti ia seorang muslimah, Zulfa percaya diri "membersihkan" seluruh bagian gereja agar terbebas dari kuman penyebab penyakit, termasuk virus Corona.
"Semua tempat ibadah kami siap bersihkan kalau diminta. Gratis," ujar Zulfa, dilansir dari Liputan 6. "Ini upaya kami untuk mencegah penyebaran virus Corona COVID-19 di tempat-tempat publik."
Zulfa mengaku aksinya kerap mengundang pertanyaan publik. Sebab saat ini ia tetap beraktivitas di luar, seolah menantang maut, ketika pemerintah mengimbau publik untuk tetap di dalam rumah.
Zulfa menegaskan setiap relawan sudah dibekali dengan pengetahuan dan persiapan keamanan sebelum terjun ke lapangan. "Orangtua juga selalu mengingatkan untuk berhati-hati," ungkapnya, menegaskan dirinya yang selalu memasang kewaspadaan tinggi dalam beraktivitas sebagai relawan.
"Ini soal kemanusiaan. Siapa pun dan darimana pun yang meminta bantuan ke kami, selagi bisa pasti kami bantu," tegas Zulfa. "Kami tidak tanya asal dan darimana yang meminta bantuan kami. Wabah itu (COVID-19) sudah jadi ancaman untuk semua orang. Membantu sesama justru menguatkan agama kita."
5. Rumah Zakat Semprot Disinfektan di Kediri
Sejumlah relawan bermunculan untuk melakukan aksi kemanusiaan di tengah wabah virus Corona. Berbagai bantuan diberikan, mulai dari membagikan donasi sembako untuk mereka yang kesulitan bekerja di tengah wabah, sampai yang menyemprotkan disinfektan ke rumah-rumah ibadah.
Hal inilah yang kemudian dilakukan Relawan Nusantara dari Rumah Zakat. Mengesampingkan perbedaan kepercayaan, para relawan terjun untuk membersihkan setiap sudut gereja di Kediri, Jawa Timur.
"Para petugas disinfektan yang merupakan Relawan Nusantara @rumahzakat melanjutkan aksi penyemprotan di sejumlah gereja di Kabupaten Kediri, Jawa Timur," tulis @kitabisacom di Instagram-nya. "Semua ini dilakukan agar umat Nasrani bisa kembali nyaman dan aman beribadah saat wabah corona mereda."
"Karena sudah menjadi tugas kita bersama untuk menjaga dan memberikan kenyamanan beribadah bagi semua umat beragama, bukan?" imbuhnya. Tentu aksi humanis ini menginspirasi kita semua untuk tetap menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan bermasyarakat kendati dihadapkan pada krisis akibat wabah COVID-19?