Rawan Kena Hack, Ini Tips Aman Gunakan Aplikasi Zoom Untuk WFH Selama Pandemi Corona Ala FBI
Tekno
Pandemi Virus Corona

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (AS) alias FBI mendapat laporan sejumlah kasus hacking terhadap aplikasi Zoom yang kini ramai digunakan untuk work from home (WFH) di tengah pandemi corona.

WowKeren - Banyak masyarakat dunia yang kini membatasi kegiatan mereka di luar rumah. Hal ini berkaitan dengan mewabahnya pandemi virus corona (Covid- 19) di setidaknya 203 negara.

Di tengah pandemi tersebut, aplikasi video conference Zoom pun meroket. Aplikasi tersebut kini ramai digunakan untuk menggelar virtual meeting, belajar online, atau hanya sekadar melakukan video call dengan rekan dan keluarga.

Sayangnya, terdapat laporan sejumlah kasus hacking terhadap aplikasi Zoom ini. Dalam banyak kasus, hackers masuk ke dalam sesi konferensi video Zoom meski tak diundang.

Salah satu korban hack "Zoombombing" ini adalah Morgan Elise Johnson asal Chicago, Amerika Serikat (AS), yang mengadakan sesi meditasi online via Zoom. Sesi meditasi online tersebut dilakukan Johnson untuk membawa rasa tenang dan damai kepada orang-orang selama pandemi corona.


Sayangnya saat sesi dimulai, sejumlah remaja laki-laki tiba-tiba ikut bergabung dan mengganggu Johnson yang memimpin meditasi online tersebut. Tak cuma itu, para hackers tersebut bahkan juga mengambil kendali layar dan mulai mencari pornografi.

Saat Johnson membisukan mereka, para hackers tersebut malah marah-marah dan mengejeknya menggunakan makian bersifat rasis. "Aku hanya langsung keluar dari sesi tersebut. Padahal (sesi meditas online) itu adalah waktu dimana kami mencari ketenangan kolektif. Hal ini benar-benar mengurangi semangat saya dan mempengaruhiku dengan cara yang amat dalam," tutur Johnson dilansir Chicago Tribune pada Kamis (2/4) hari ini.

Ramainya kasus hacking pada aplikasi Zoom di tengah pandemi corona ini lantas mendapat perhatian dari Biro Investigasi Federal AS alias FBI. "FBI telah menerima banyak laporan tentang konferensi yang diganggu oleh gambar-gambar porno dan / atau kebencian serta penggunaan bahasa yang mengancam," demikian peringatan dari FBI divisi Boston.

Kasus hacking aplikasi Zoom juga sempat terjadi di Massachusetts. Seorang hacker masuk ke dalam sebuah sesi rapat sekolah di aplikasi Zoom dan menampilkan tato swastika, simbol yang identik dengan Nazi.

Untuk mengantisipasi hal ini, FBI pun mengeluarkan sejumlah tips untuk menghindari peretasan. Di antaranya adalah membuat sesi rapat atau kelas di aplikasi Zoom menjadi pribadi dan tidak membagikan tautan (link) konferensi Zoom di media sosial. Selain itu, FBI juga menyarankan pengguna Zoom untuk mengelola opsi berbagi layar (screen-sharing) sehingga hanya host yang dapat menampilkan layar mereka.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts