Jutaan Orang Indonesia Disebut Terancam Kena PHK Gara-Gara Corona, Industri Mana Paling Rawan?
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Menurut riset lembaga nirlaba Foreign Policy Community Indonesia (FPCI), jutaan orang di Indonesia terancam kehilangan pekerjaan mereka (PHK), menjalani cuti tanpa gaji, atau dirumahkan karena pandemi corona ini.

WowKeren - Pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia mempengaruhi sejumlah sektor, termasuk ekonomi. Menurut riset lembaga nirlaba Foreign Policy Community Indonesia (FPCI), jutaan orang di Indonesia terancam kehilangan pekerjaan mereka (PHK), menjalani cuti tanpa gaji, atau dirumahkan karena pandemi corona ini. Para buruh yang bekerja di industri padat karya terancam kehilangan pekerjaan.

"Penyebaran covid-19 telah merampas pekerjaan buruh di berbagai sektor," tulis FPCI melansir CNN Indonesia. "Mereka dirumahkan, atau bahkan kena pemutusan hubungan kerja (PHK)."


Sebagai data, FPCI mengungkapkan adanya 2 perusahaan rokok di Batam yang meminta karyawannya untuk mengambil cuti tanpa gaji. Perusahaan meminta hal tersebut seiring dengan melambatnya pasokan bahan baku usai Covid-19 mewabah di Tiongkok.

Selain itu, ada sejumlah bisnis karet di Sumatera Utara yang gulung tikar karena tak ada permintaan dari 2 negara tujuan utama komoditas ekspor, Jepang dan Tiongkok. Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Jemmy Kartiwa, bahkan mengaku industri tekstil yang memiliki 1,4 juta tenaga kerja tengah kewalahan menggaji karyawan mereka.

Covid-19 ini tak hanya "menjangkit" industri padat karya, namun juga dilaporkan membuat agen perjalanan kewalahan. Salah satu agen perjalanan di Riau, Star Jet, terpaksa memberhentikan 150 pekerja karena permintaan yang anjlok. Agen perjalanan lain pun mengambil langkah serupa dengan Star Jet di tengah pandemi corona ini.

Tak hanya itu, riset FPCI juga menyebut bahwa berbagai maskapai penerbangan telah mengambil langkah efisiensi di tengah pandemi ini. Menurut Ketua Umum INACA Denon Prawiratmadja, pemberhentian sementara diberlakukan untuk para kabin kru, pramugari, pilot, hingga teknisi pesawat demi mengurangi beban kas perusahaan.

"Berbagai maskapai telah melakukan efisiensi di tengah wabah virus corona untuk mengurangi beban kas perusahaan," tuturnya. "Pemberhentian sementara pun dilakukan dari berbagai level pekerja, dari kabin kru hingga pilot."

Di sisi lain, pemerintah Indonesia melalui Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto baru saja mengumumkan adanya 196 kasus baru pada Jumat (3/4) sore ini. Dengan begitu, jumlah pasien yang dinyatakan positif Covid-19 ada 1.986 orang.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts