Pemkot Surabaya Pamer 'Bilik Sakti' Pemeriksaan Corona Ala Korsel, Ini Lokasi Penempatannya
Twitter/BanggaSurabaya
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Melalui akun Twitter resminya, Humas Pemerintah Kota Surabaya menunjukkan bilik pemeriksaan corona yang telah selesai dibuat. Bilik ini disebut bisa meminimalisir kontak langsung antara petugas medis dengan pasien.

WowKeren - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali membuat inovasi untuk menangani pandemi virus corona (Covid-19). Melalui akun Twitter resminya, Humas Pemkot Surabaya menunjukkan bilik pemeriksaan corona yang telah selesai dibuat.

Dalam foto yang dibagikan pada Rabu (8/4) hari ini, tampak bilik pemeriksaan dengan lubang tangan untuk petugas kesehatan. "Bilik sakti" ini disebut bisa meminimalisir kontak langsung antara petugas medis dengan pasien.


"Ada hal baru lagi yang dibuat oleh Surabaya dalam upaya #LawanCovid19. Kali ini, Booth Pemeriksaan selesai dibuat," cuit Pemkot Surabaya. "Booth dengan ukuran 90x150x200 cm ini diharapkan mampu meminimalisir kontak langsung antara petugas medis dengan pasien."

Untuk tahap awal, disediakan 2 bilik pemeriksaan Covid-19 yang akan ditempatkan di RSUD BDH dan RSUD Soewandhie. Untuk membangun 1 bilik pemeriksaan dibutuhkan waktu 3 hari.

"Tiap booth juga bisa melakukan dua pemeriksaan secara bersamaan," lanjut Pemkot Surabaya. "Dengan begitu, pemeriksaan akan jauh lebih cepat."

Bilik Pemeriksaan

Twitter

Langkah Pemkot Surabaya untuk menyediakan "bilik sakti" pemeriksaan corona ini lantas mendapat apresiasi dari warganet. Namun, ada juga warganet yang memiliki pertanyaan seputar bilik pemeriksaan ini.

"Maaf bila ada pasien terus bersin mengenai sarung tangan dibilik periksa bisa saja droplet menempel disana, apa setiap pemeriksaan sarung tangan dicuci ?" tulis akun @st***nx. "Wah mantap ini seperti Korea Selatan," tambah akun @Ha***ra.

"Hebat ,ini baru kna dan pas,tinggal bgmn ruang dan baju perawat dan dokter terjaga dan tercukupi dan jumlah korban tenaga medis tdk terjadi lagi," komentar akun @zz***es. "Mirip korea kmren," timpal akun @Nu***h2.

Sebelumnya, Korea Selatan (Korsel) telah membuat bilik pemeriksaan corona yang serupa. Dengan sistem bilik pemeriksaan tersebut, proses cek Covid-19 bisa dilakukan dengan cepat sekaligus menghemat alat pelindung diri (APD) yang kini sudah mulai langka.

Berbeda dengan milik Pemkot Surabaya, bilik pemeriksaan di Korsel hanya diisi oleh 1 petugas kesehatan saja. Di dalamnya, petugas medis juga tidak perlu mengenakan APD dan hanya menggunakan masker serta scrub biasa.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts