Imbas Corona, ITB Ciptakan Terobosan Ijazah Digital Pertama Di Indonesia
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Dampak dari pandemi virus corona (COVID-19), Institut Teknologi Bandung (ITB) jadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang meluncurkan terobosan ijazah digital.

WowKeren - Dampak pandemi virus corona (COVID-19), seluruh aktivitas di dunia pendidikan secara langsung yang melibatkan orang banyak telah ditiadakan untuk sementara. Diantaranya kegiatan belajar mengajar, perkuliahan, wisuda, dan sebagainya.

Institut Teknologi Bandung (ITB) berusaha mengatasi hal tersebut dengan menerapkan kebijakan penggunaan ijazah digital. Nantinya, ijazah ini juga akan diberi tanda tangan elektronik bersertifikat (digital signature).


Kebijakan ini akan mulai diterapkan pada lulusan ITB pada Wisuda Kedua Tahun Akademik 2019/2020. "Situasi saat ini merupakan kesempatan yang tepat untuk memperkenalkan ijazah dengan bentuk baru tersebut," kata Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB Jaka Sembiring, seperti dilansir dari CNNIndonesia, Kamis (9/4).

Hal ini menjadikan ITB sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang terbitkan ijazah digital dengan tanda tangan elektronik bersertifikat. Kebijakan tersebut berlaku untuk semua lulusan ITB baik jenjang sarjana, magister, doktor dan keprofesian.

Keputusan ITB ini juga sudah tertuang dalam peraturan kampus. Aturan yang dimaksud adalah Peraturan Rektor Institut Teknologi Bandung Nomor: 145A/IT1.A/SI.13/2020 tentang Informasi Elektronik, Dokumen Elektronik dan Transaksi Elektronik di lingkungan ITB.

Ijazah digital yang digunakan ITB ini menerapkan Standar PAdES atau PDF Advance Electronic Signature pada penerapan ijazah dan transkrip digital. Ijazah ini juga diamankan secara kriptografi dengan sertifikat elektronik yang diterbitkan oleh Penyelenggara Sertifikat Elektronik dan sudah tersertifikasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

”Oleh karena itu, ijazah digital/elektronik tidak dapat diubah dan jika dilakukan perubahan terhadap isi dari ijazah setelah ditandatangani oleh Dekan dan Rektor ITB,” jelas Jaka. “Maka akan terdeteksi ketika melakukan verifikasi dengan menggunakan aplikasi pembacaan PDF pada bagian digital signature.”

Lebih lanjut Jaka menjelaskan jika ijazah digital dengan tanda tangan elektronik bersertifikat tersebut memiliki tingkat keamanan yang jauh lebih baik. Oleh sebab itu, sangat kecil kemungkinan ijazah digital dapat dipalsukan atau diubah.

Proses pembuatan ijazah dan transkrip nilai juga dapat dilakukan secara efisien. Pasanya, ijazah jenis ini tidak perlu lagi mendapat tanda tangan basah berkali-kali dari Rektor, Dekan, Kaprodi hingga mahasiswa.

”Semua dapat dilakukan dengan 'satu klik',” terang Jaka. “Keabsahan ijazah dan transkrip dapat diperiksa langsung oleh pihak yang berkepentingan tanpa harus melalui proses yang lama dan panjang namun cukup menggunakan aplikasi pembaca PDF yang dapat diunduh secara bebas.”

"Keaslian ijazah juga akan dapat diverifikasi langsung oleh masyarakat secara kasat mata,” sambungnya. “ Hal ini dengan membuka dokumen ijazah menggunakan aplikasi pembaca PDF di bagian digital signature.”

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts