Sekda Jambi Dikritik Usai Nekat Pulang Walau Positif COVID-19, Alasannya Jadi Sorotan
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Seorang sekda di salah satu kabupaten di Jambi dilaporkan memaksa pulang dari ruang isolasi kendati berstatus positif COVID-19. Namun alasannya memaksa pulang lah yang menjadi sorotan luas.

WowKeren - Seorang pejabat di Jambi membuat geger masyarakat luas. Bagaimana tidak? Sang pejabat dilaporkan kabur dari ruang isolasinya di Rumah Sakit Raden Mattaher, Jambi.

Pejabat yang dimaksud adalah Sekda Pemkab Tebo, Teguh Arhadi. Teguh disebut meninggalkan ruang isolasi atas permintaan keluarga.


Teguh merupakan pasien positif COVID-19 pertama di Jambi setelah dikonfirmasi lewat swab test pada 23 Maret 2020 lalu. Status positif ini ia dapatkan sesudah dua kali melakukan swab test.

Egoisnya, setelah 21 hari dirawat isolasi di rumah sakit, Teguh meminta pulang ke rumah dengan alasan jenuh. Permintaannya ini pun ditegaskan oleh pihak keluarga.

Informasi ini dibenarkan oleh Juru Bicara Pemerintah Provinsi Jambi untuk Penanganan COVID-19, Johansyah. Ia membenarkan bahwa pasien dengan kode 01 sudah pulang untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.

"Pasien itu adalah pasien 01. Meminta pulang atas permintaan keluarga, pihak keluarga juga berjanji melakukan isolasi mandiri di rumahnya," ujar Johansyah, Selasa (7/4). "Namun Kadis Kesehatan Provinsi Jambi kecewa atas keputusan RSU itu dan segera meminta jemput balik pasien positif kembali ke rumah sakit."

Yang lebih membuat pemprov kecewa adalah tidak adanya koordinasi antara rumah sakit dengan dinas kesehatan. Padahal pemulangan pasien positif COVID-19 dapat membahayakan orang lain.

Kenekatan sang sekda ini pun sudah sampai ke telinga Bupati Tebo, Sukandar. Sang bupati pun tegas memerintahkan Teguh untuk dijemput paksa dari rumahnya di kawasan Jambi Selatan.

"Jika beliau telah berada di rumah, saya minta Dinas Kesehatan Tebo jemput beliau untuk diisolasi lagi karena masih positif Corona," terang Sukandar. Tak hanya Teguh, keluarganya pun ikut dibawa ke rumah sakit untuk isolasi lebih lanjut.

Kejadian pasien dalam perawatan isolasi karena berstatus positif COVID-19 sudah pernah terjadi sebelumnya. Kebanyakan dari mereka memilih kabur dari rumah sakit karena berstatus sebagai tulang punggung keluarga, sehingga mereka memilih kabur ketimbang tak bisa mendapatkan penghasilan untuk keluarganya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts