Jenazah Korban Corona Sering Ditolak, Polisi Ngaku Kewalahan Jaga Seluruh TPU
ANTARA
Nasional

Aparat kepolisian ditugaskan menangani masalah penolakan jenazah Corona di sejumlah daerah. Meski sudah menjadi tanggung jawab, pihak kepolisian mengaku tak sanggup jika harus mengamankan sendiri tanpa bantuan instansi lain.

WowKeren - Jenazah korban Covid-19 seolah menjadi momok menakutkan bagi seluruh masyarakat karena dianggap akan menularkan virus. Masih banyak masyarakat di berbagai daerah yang menolak jenazah korban virus Corona untuk dimakamkan di wilayah mereka. Hal ini menjadi perhatian pemerintah karena tentu sangat tidak berkemanusiaan.

Untuk mencegah hal-hal yang tidak dinginkan, pemerintah meminta pihak kepolisian untuk ikut membantu mengamankan masalah semacam ini. Namun nampaknya, Mabes Polri belum berencana menyiagakan anggotanya di Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus jenazah pasien virus Corona.

"Itu kan ahlinya dari TPU ya, kita belum ke sana," kata Karopenmas Polri Brigjen, Argo Yuwono melansir Kumparan, Sabtu (11/4).

Argo mengatakan, sejauh ini anggota Polri yang bersiaga di TPU khusus pasien virus Corona baru ada di DKI Jakarta. Sementara di daerah lainnya, tidak ada anggota Polri yang bersiaga di TPU khusus pasien Corona.

"DKI ada Polda Metro ya. DKI kita backup saja," ucap Argo.

Ada 60 personil dari Ditsamapta yang dikerahkan langsung oleh Polda Metro Jaya untuk bersiaga di dua TPU khusus pasien virus Corona yang meninggal. Mereka ditugaskan sejak 5 April lalu guna mencegah lagi penolakan dari warga sekitar. Dua TPU yang dijaga oleh anggota Polri yakni TPU Tegal Alur di Jakarta Barat dan TPU Pondok Ranggon di Jakarta Timur.


Seluruh anggota yang berjaga sudah mendapatkan pelatihan terkait tata cara dan prosedur pemakaman jenazah pasien virus Corona. Hal ini tentu menjadi perhatian utama agar kesehatan dan keamanan mereka terjamin.

Argo menjelaskan, Polri tidak bisa menangani seluruh proses pemakaman terhadap jenazah pasien virus Corona. Ia mengaku kewalahan jika hanya pihak kepolisian saja yang bertindak menangani permasalahan ini.

Maka dari itu, Argo menyarankan agar instansi terkait lainnya juga ikut berkoordinasi dan membantu tugas pihak kepolisian. Termasuk jika ada insiden penolakan pemakaman jenazah dari warga. Karena jujur saja, jumlah aparat kepolisian tidak sebanding jika harus melawan gerombolan massa.

"Kalau semua lini diserahkan ke polisi, terus instansi lain bagaimana? Jadi kita koordinasi dengan pemda, kan ada Satpol PP di sana biar semua ikut bantu bersama," tutur Argo.

Sebelumnya, insiden penolakan warga terhadap jenazah pasien virus Corona tidak hanya terjadi di Jakarta. Di sejumlah daerah masih banyak warga yang menolak jenazah pasien Corona dimakamkan di TPU. Beberapa kasus pun sempat viral di media sosial.

Kasus terbaru yakni seorang perawat di RSUP dr Kariadi, Kota Semarang yang meninggal akibat virus Corona pada Kamis (4/9) juga mendapat penolakan dari warga setempat saat akan dimakamnkan. Namun, pihak berwenang akhirnya dapat memberikan penjelasan kepada warga dan diizinkan.

(wk/wahy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait