Baru Sehari, Program Televisi Belajar Di Rumah Selama Pandemi Corona Dikritik Para Siswa
Nasional

Mendikbud Nadiem Makarim memberikan program belajar yang ditayangkan melalui tv yang tayang mulai Senin (13/4) kemarin. Sayangnya, baru sehari berjalan para siswa menemui beragam kendala untuk mengakses program tersebut.

WowKeren - Wabah virus corona yang melanda Indonesia membuat pemerintah "meliburkan" para siswa dari jenjang pendidikan PAUD, SD, SMP, hingga SMA. Sebagai gantinya kegiatan belajar mengajar di rumah diadakan dengan menggunakan internet.

Namun, baru-baru ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengeluarkan Program Belajar dari Rumah di televisi. Program yang tayang di TVRI mulai hari ini (13/4) tersebut diharapkan bisa membantu seluruh pelajar di Indonesia untuk melanjutkan proses belajar dari rumah.

Baru berjalan sehari, sejumlah siswa mengaku menemui berbagai kesulitan. Beberapa siswa mengaku tak bisa mengikuti karena jaringan televisi yang buruk, dan ada juga yang terhalang tugas menumpuk.

Haikal, seorang siswa kelas 8 SMP di Jakarta Selatan bercerita ia sudah bersiap di depan TV tepat pukul 10.30 WIB. Sejak Minggu malam, wali kelas sudah meminta siswa di kelasnya menonton program Belajar dari Rumah di TVRI.

Mereka juga diberi tugas untuk merangkum program televisi yang ditonton setiap hari. Namun ia gagal menonton program tersebut karena jaringan saluran TVRI tidak jernih dan tak bisa diakses dan ia tidak menggunakan televisi digital.

"Mau nonton tapi 'renyek' gitu TV-nya. Antena juga sudah dibenerin nggak bisa," ujar Haikal dilansir CNNIndonesia, Selasa (14/4). "Renyek-renyek gitu. Akhirnya nggak jadi nonton. Sudah dibenerin gimana juga tetap enggak bisa."


Hal serupa juga rupanya dialami oleh teman-teman sekelas Haikal. Mereka berbondong meramaikan grup WhatsApp, mengeluhkan jaringan televisi di rumah. Bahkan ada yang mengeluh jaringan televisi terputus dan layar hanya berwarna biru.

Ia pun kebingungan lantaran mendapatkan tugas untuk merangkum program acara tersebut tiap harinya. Hingga akhirnya ia menyampaikan kendalanya tersebut ke wali kelas, sayangnya sang wali kelas tidak menjawab keluhannya tersebut.

"Sudah (disampaikan). Tapi guru-gurunya enggak jawab," tambahnya. "Yang jawab malah teman-teman aku di grup."

Ini merupakan pertama kalinya Haikal diminta belajar dari televisi selama sekolah ditutup karena pandemi COVID-19. Sebelumnya proses belajar dilakukan dengan google classroom, di mana guru tiap hari memberikan tugas.

Namun karena tidak semua temannya memiliki gadget, ia tak mengetahui bagaimana nasib siswa yang tidak punya fasilitas selama empat pekan belajar dilakukan lewat google classroom. Hingga saat ini kegiatan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia, PKN dan Matematikan pun, kata Haikal, masih menggunakan google classroom.

Sementara itu, Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Retno Listyarti mengatakan terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan tentang belajar dari TV. Menurutnya, kegiatan belajar melalui tv memiliki sejumlah kelemahan seperti setiap jenjang pendidikan hanya memiliki program berdurasi 30 menit, satu kali tayang per hari.

"Artinya dalam waktu 30 menit mungkin hanya satu mata pelajaran. Kalau mata pelajaran saja ada 13 misalnya di SMA," ujarnya. "Artinya tidak semua bisa, itu kelemahannya."

(wk/nidy)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait