Ekonomi Kian Sulit Gegara Corona, Tren Bisnis Gadai Meningkat
Nasional

Sekretaris Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) Holilur Rohman menilai jika masyarakat saat ini banyak yang membutuhkan uang tunai untuk menyambung hidup.

WowKeren - Wabah corona yang tak kunjung usai di Indonesia turut melahirkan permasalahan ekonomi. Khususnya bagi masyarakat yang berasal dari kalangan menengah ke bawah, pemenuhan kebutuhan ekonomi kian sulit.

Tak ayal jika di tengah kondisi semacam itu bisnis gadai justru mengalami peningkatan. Peningkatan khususnya terjadi pada gadai swasta untuk objek gadai barang elektronik, seperti handphone, laptop, dan televisi. Sekretaris Perkumpulan Perusahaan Gadai Indonesia (PPGI) Holilur Rohman menilai jika masyarakat saat ini banyak yang membutuhkan uang tunai untuk menyambung hidup.

"Masyarakat membutuhkan fresh money (uang tunai) untuk memenuhi kebutuhan hidupnya," kata Rohman dilansir CNN Indonesia, Selasa (14/4). "Terutama bagi mereka yang penghasilan menengah ke bawah atau harian."

Ia menuturkan bahwa sepanjang Maret, terjadi kenaikan gadai elektronik di perusahaan swasta sebesar 15 persen. Hal ini menyebabkan terjadinya penumpukan nasabah di beberapa cabang gadai karena beberapa perusahaan mengurangi operasional.


Banyaknya masyarakat yang menggadaikan barangnya membuat barang gadai menumpuk di gudang perusahaan. Pasalnya, barang yang sudah jatuh tempo itu tak kunjung diambil oleh pemiliknya lantaran masih sulitnya kondisi ekonomi. Tak hanya itu, fenomena ini juga menyebabkan perusahaan gadai terpaksa menurunkan harga jual barang di pasar dari harga semula.

"Yang penting mereka (perusahaan gadai) menaksir harga lebih rendah dari kondisi normal," lanjut Rohman. "Untuk mitigasi risiko kalau kemungkinan terburuknya barang tidak diambil kembali."

Masalah lain yang dihadapi perusahaan gadai swasta adalah keterbatasan modal. Mereka mengandalkan pendanaan secara mandiri sehingga jika terjadi peningkatan gadai maka akan berimbas pada kondisi arus kas.

"Katakanlah misalnya dana Rp 500 juta, kalau dana habis sudah diam," terang Rohman. "Kalau ada investor atau kreditur baru mereka bisa berkembang. Itu yang kami pacu untuk bisa mencari investor atau kreditur baru."

Sementara itu, untuk membantu masyarakat yang mengalami masalah ekonomi akibat pandemi corona pemerintah telah menyiapkan sederet bantuan sosial. Salah satunya Program Kartu Pra Kerja.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait