Sebelumnya, Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) juga menilai jika DPR tengah berusaha mencuri kesempatan dalam kesempitan di tengah wabah corona.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 14 April 2020 - 16:49 WIB
WowKeren - Fraksi Rakyat Indonesia (FRI) mendesak DPR RI untuk menyetop pembahasan RUU Cipta Kerja di tengah ancaman wabah corona. FRI meminta DPR untuk fokus membantu pemerintah melakukan proses penanganan COVID-19.
"FRI mendesak DPR untuk menghentikan proses legislasi," kata perwakilan fraksi Asfinawati, Selasa (14/4). "Dan segera melakukan fungsi pengawasan terhadap penanganan pemerintah untuk COVID-19."
Menurutnya, DPR belum menjalankan fungsinya sebagai pengawas sejak kasus pertama corona diumumkan pada awal Maret lalu. Sementara itu di lain sisi, pemerintah sendiri cenderung lamban dalam menangani virus ini.
Bukan tanpa alasan, hal itu terlihat dari lamanya penetapan status bencana, hasil tes, hingga kelangkaan alat pelindung diri yang dialami oleh tenaga medis di sejumlah daerah. Hal ini menyebabkan semakin banyaknya korban yang berjatuhan.
"Kelambatan penanganan tersebut juga termasuk kebijakan kekarantinaan kesehatan yang maju mundur," tegas Asfinawati. "Sehingga menimbulkan korban bagi buruh, pedagang, dan masyarakat luas."
Menurutnya, pembahasan RUU Cipta Kerja yang hingga kini masih menuai kontroversi akan membuat fokus pemerintah teralihkan. "Contohnya dalam surat undangan yang beredar di mana tidak kurang dari 11 Menteri diundang DPR di saat penanganan COVID-19 jauh dari kata beres," tuturnya.
Di lain sisi, metode pembahasan RUU itu sendiri juga berpotensi tidak sah lantaran memiliki sejumlah masalah. Misalnya terkait kurangnya partisipasi masyarakat dalam pelibatan pembahasan.
Hal itu mengingat saat ini tengah diterapkan PSBB. Sehingga kondisi semacam ini berpotensi mengurangi kualitas demokrasi.
"Publik tentu tidak dapat mengikuti sidang karena PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar)," tegas Asfinawati. "Sehingga kualitas partisipasi dan artinya kualitas demokrasi berkurang."
Sebelumnya, Forum Masyarakat Peduli Parlemen (Formappi) menilai jika DPR tengah mencuri kesempatan dalam kesempitan di tengah wabah corona yang mengancam Indonesia. "Sementara masyarakat berusaha mematuhi aturan pembatasan sosial berskala besar, yang turut berdampak membatasi kemampuan responsif warga atas masalah-masalah politik, DPR terkesan mencuri kesempatan dalam kesempitan dengan membahas RUU yang sebelumnya banyak ditolak," kata Peneliti Formappi Lucius Karus, Jumat (3/4).
(wk/zodi)