Ekonomi Babak Belur Dihantam Corona, Kerusuhan 1998 Bakal Terulang?
Twitter
Nasional

Pengusaha berharap agar pemerintah mampu menjaga kondisi agar tetap stabil. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan jika pandemi justru bisa memicu kerusuhan.

WowKeren - Ekonomi Indonesia telah dibuat babak belur oleh pandemi virus corona. Hal itu terlihat dari adanya gelombang PHK yang terpaksa dilakukan oleh sejumlah perusahaan di tanah air.

Para pengusaha pun berharap agar pemerintah mampu menjaga kondisi di dalam negeri agar tetap stabil. Pasalnya, tidak menutup kemungkinan jika pandemi yang dirasakan masyarakat justru bisa memicu kerusuhan.

CEO Royal Agro Indonesia, Final Prajnanta, mengungkap kekhawatirannya jika pandemi corona tak segera berakhir. Menurutnya, pandemi COVID-19 bisa membuat Indonesia goyah sehingga hal ini berpotensi untuk dimanfaatkan oleh segelintir orang yang ingin memancing kerusuhan.

"Karena potensi adanya pihak yang menjadi tunggangan dengan adanya krisis ini," kata Final dalam diskusi online DPP PAN, Jumat (17/4). "Kita belajar dari 1998 yang lalu, itu bisa saja terjadi. Sekarang sudah ada beberapa di Tangerang, Malang."


Oleh sebab itu, ia berharap agar jajaran TNI dan Polri terus mengawasi perkembangan kondisi di lapangan. Sebab, di tengah menghadapi ancaman pandemi ini, keamanan Indonesia juga harus dijaga.

"Dengan kondisi krisis seperti ini ada satu potensi yang belum banyak disorot adalah kita ingin negara ini harus aman," tuturnya. "Garda terdepan, Polisi, TNI, betul-betul harus diperhatikan keamanan negara."

Indonesia bukan satu-satunya negara yang tengah berjibaku melawan pandemi ini. Hampir seluruh negara di dunia juga menghadapi masalah yang sama. Sejumlah negara bahkan tengah memberlakukan pembatasan atau lockdown guna menekan penyebaran virus ini.

"Berbagai sektor mengalami hambatan. Saya ngobrol dengan eksportir mebel," jelas Final. "Permasalahannya dengan ratusan karyawannya masih bekerja, tapi negara importirnya kena lockdown, sehingga tidak ada pemasukan. Ini situasi yang sangat memprihatinkan."

Lebih lanjut, ia pun menyarankan agar pengusaha bisa bersikap terbuka terhadap karyawan mereka, terutama di tengah menghadapi krisis semacam ini. "Kami sudah melakukan diskusi dengan karyawan dari awal Februari mengenai risiko apa yang akan terjadi," imbuhnya.

(wk/zodi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait