Pemerintah mengkategorikan kondisi industri ke dalam 3 kelompok yakni industri yang sangat menderita, moderat, hingga industri yang masih memiliki permintaan yang tinggi.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 20 April 2020 - 14:38 WIB
WowKeren -
Para pengusaha mengungkapkan kekhawatiran mereka jika kondisi krisis akibat corona ini tak kunjung membaik. Para pengusaha yang terhimpun dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) serta Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) memperkirakan kemampuan pengusaha hanya bisa bertahan sampai Juni 2020.
Terkait hal ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) angkat bicara menanggapi. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, hingga saat ini pemerintah terus melakukan penilaian terkait permasalahan tersebut.
Dikatakannya, pemerintah telah melakukan sederet kebijakan untuk menangani masalah tersebut. Salah satunya dengan membuat kategori kelompok usaha.
"Oleh karena itu kami terus menerus melakukan pendampingan dan memberikan kebijakan-kebijakan terhadap industri," kata Agus dilansir CNBC Indonesia, Senin (10/4). "Dimana kami juga memetakan 3 kelompok."
Adapun ketiga kelompok yang dimaksud adalah industri yang sangat suffered atau menderita, moderat yang masih mendapatkan permintaan di tengah pandemi hingga industri yang masih memiliki permintaan yang tinggi. Oleh sebab itu, pemerintah berharap agar industri yang suffered untuk busa melakukan diversifikasi ke produk yang memiliki permintaan tinggi.
Industri yang saat ini dinilai masih memiliki permintaan tinggi dari konsumen antara lain farmasi, alat kesehatan, serta makanan dan minuman.
"Kemampuan untuk menyerap industri dalam negeri ini suatu hal yang tidak bisa menarik ekspektasi terlalu tinggi," lanjut Agus. "Walaupun pemerintah dengan stimulusnya mendorong daya beli, namun penyerapan pada gilirannya ada pada produk industri yang sedang high demand."
Corona menyebabkan bisnis kian terpuruk. Bahkan sudah ada perusahaan yang telah merumahkan karyawannya. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hariyadi Sukamdani, menyebutkan hampir semua sektor terdampak COVID-19.
"Hasil konferensi call kita di APINDO dengan teman-teman di daerah dan pelaku sektoral," kata Iwantono masih dilansir CNBC Indonesia. "Bisa kita ambil kesimpulan sementara daya tahan cash flow kita hanya sampai bulan Juni tahun ini."
(wk/zodi)