Para musisi akan menerima insentif dalam program Kartu Pra Kerja. Namun rencana Wishnutama tersebut masih dianggap bukan solusi yang praktis di tengah wabah corona.
- Eva Ayu Rahmawati
- Senin, 20 April 2020 - 19:23 WIB
WowKeren - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio menyampaikan perlunya kaum musisi maupun seniman untuk menerima Kartu Pra Kerja. Wishnutama mengatakan bahwa para pekerja seni turut menerima dampak besar akibat pandemi virus corona atau Covid-19.
"Kami sudah bicara dengan para seniman, dengan para ekraf (ekonomi kreatif) yang berkaitan dengan ini memang para pelaku seniman ini sangat terdampak juga," ujar Wishnutama dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI melalui telekonferensi belum lama ini. "Dari musisi, pemain drama, artis, bahkan penari dan lain sebagainya ini mereka sangat terdampak karena banyak mereka tidak bisa melakukan pekerjaannya secara rutin lagi."
Lebih lanjut, Wisnutama mengatakan bahwa ia meminta Federasi Serikat Musisi Indonesia, Persatuan Artis Film Indonesia, Ikatan Manager Artis Indonesia, hingga para produser film untuk mendata para pekerja yang kehilangan penghasilannya. Selain seniman, Wisnutama juga berencana memberikan Kartu Pra Kerja kepada para pegawai hotel serta restoran yang terdampak pandemi corona.
"Pendataan itu sedang kami lakukan langsung ke asosiasi agar mendapatkan opportunity dari Kartu Pra Kerja tersebut. Pendataan ini perlu dibersihkan jangan sampai ada tumpang tindih dan itu sudah program kita," jelas Wishnutama. "Kami dengan Kementerian Koperasi dan UKM terus berusaha meng-cross check semua data-data yang masuk agar tidak terjadi tumpang tindih dan akhirnya dampaknya bisa dirasakan oleh semua orang."
Nantinya, para pekerja seni maupun industri pariwisata akan menerima insentif sebesar Rp3,55 juta. Biaya tersebut akan dibagi menjadi dua, yakni Rp1 juta untuk mengikuti pelatihan secara digital, sedangkan sisanya ajan dibagikan dalam insentif setelah pelatihan secara berkala.
Meski rencana Wishnutama ditanggapi positif oleh para pekerja seni maupun pariwisata, namun program tersebut dianggap bukan solusi yang praktis. Pasalnya dalam kondisi sesungguhnya tak semua musisi membutuhkan pelatihan.
"Campur aduk sih, bingung. Karena itu kan fungsinya pelatihan terus ada insentif, mungkin di situasi seperti ini, itu bukan solusi yang praktis," ungkap musisi Nikita Dompas dilansir pada detikHOT pada Senin (20/4). "Mungkin kalau ini berlaku untuk pemula, akan membantu, tapi ini sifatnya terlalu general (jika dikaitkan dengan Covid-19)."
(wk/evaa)