Sebelumnya, Wakil Menteri Agama (Wamenag) meminta masyarakat tidak melakukan ziarah kubur menjelang puasa Ramadhan. Permintaan tersebut seiring dengan pandemi virus COVID-19 yang masih belum reda di Tanah Air.
- Trias Rohmadoni Alandari
- Rabu, 22 April 2020 - 15:21 WIB
WowKeren - Beberapa waktu lalu Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi mengeluarkan larangan pada masyarakat untuk tidak melakukan ziarah kubur menjelang Ramadhan saat pandemi corona. Ia menjelaskan bahwa ziarah kubur memiliki keutamaan yang baik, khususnya sebagai pengingat kematian. Namun, waktu untuk melakukan ziarah kubur ini dinilai bisa dilaksanakan kapan saja.
Usai mengeluarkan larangan tersebut, Zainut mengaku mendapat perundungan dari warganet. "Terkait ziarah kubur ini amalan sunnah dan saya juga di-bully untuk menganjurkan tidak ziarah kubur," ujar Zainut dalam acara Coffee Break Indonesia yang disiarkan di YouTube pada Rabu (22/4) seperti dilansir dari DetikNews.
Zainut mengatakan imbauan atau kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pada masyarakat menyangkkut agama harus dilakukan hati-hati. Seperti halnya ibadah salat Jumat yang kini juga sudah ditiadakan untuk menekan penyebaran virus corona. "Bahkan salat Jumat saja dilarang tapi ini menyangkut sensitivitas masyarakat," katanya.
Bukan hanya itu, Zainut pun mengimbau masyarakat untuk tidak mudik ke kampung halaman. Ia mengkhawatirkan kaum rentan seperti orangtua, ibu hamil, anak-anak serta orang-orang dengan penyakit bawaan di kampung halaman yang berisiko lebih besar terinfeksi COVID-19.
"Yang bandel, orang yang dari zona merah dia masuk ke zona aman, dia tidak sadar dia masuk membawa virus, bagi dirinya mungkin nggak masalah yang antibodinya kuat, tapi kalau yang paling mudah itu yang punya penyakit bawaan apakah jantung, TBC dan penyakit lainnya," sambung Zainut. "Kalau itu kena itu sangat luar biasa. Dan rata-rata itu (orang rentan) yang sampai meninggal dunia."
Sebelumnya Zainut meminta masyarakat tidak melakukan ziarah kubur menjelang puasa. Permintaan tersebut seiring dengan adanya pandemi virus COVID-19 yang masih belum reda di Tanah Air.
"Mengingat pandemi wabah COVID-19 sampai bulan Ramadhan kemungkinan besar belum mereda, sebaiknya agenda ziarah kubur ditiadakan dan diganti dengan berdoa dari rumah masing-masing," tutur Zainut dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (18/4) lalu. "Insyaallah nilai pahalanya tidak berkurang sedikit pun."
(wk/tria)