Tak Pedulikan Imbauan MUI, Warga Makassar Ngotot Gelar Salat Tarawih Berjemaah Jelang PSBB
Nasional

Media sosial baru-baru ini digegerkan video kerumunan warga yang berteriak ngotot ingin salat tarawih berjemaah di Masjid saat MUI melakukan sosialiasi jelang PSBB Makassar hari ini.

WowKeren - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah diterapkan sejumlah daerah di Tanah Air sebagai salah satu upaya menghentikan penyebaran virus Corona atau COVID-19. Salah satunya kota Makassar yang mulai menerapkan PSBB sejak hari ini, Jumat (24/4). Tanggal tersebut juga bertepatan dengan hari pertama umat Muslim menjalankan puasa Ramadan.

Pada Kamis (23/4), umat Muslim sewajarnya mulai melaksanakan salat Tarawih. Namun karena sedang dalam situasi pandemi Corona, salat yang harusnya dilakukan secara berjemaah tersebut harus dilaksanakan di rumah seperti imbauan MUI. Kendati demikian, sejumlah warga Makassar tak mengindahkan imbauan tersebut.

Seperti yang terlihat dalam video viral di media sosial baru-baru ini, salah satunya dibagikan akun @gosipnyinyir2. Dalam video tersebut, tampak warga berkerumun dan meneriakkan "solat solat". Keramaian itu rupanya terjadi di depan Masjid Nurul Huda Gusung, Jalan Barukang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar.


Menurut informasi, petugas mencoba melakukan sosialisasi agar warga melaksanakan salat Tarawih di rumah masing-masing selama PSBB yang dimulai hari ini, Jumat (24/4). Namun, warga tetap menolak karena beberapa jemaah sudah terlanjur salat di Masjid. Mengomentari video yang beredar, warganet mengaku miris.

"Mungkin mereka gatau bahwa meninggal akibat corona itu ga ada yg mandiin dan ga ada yg datang kepemakamannya,trs di taro dikantong jenazah trs dimasukan kepeti..dan dikuburkan masal dengen korban2 yg lain," tulis akun @giscadmxxxx.

"Tolong. Jngn egois..di masa2 sulit sperti ini jangan mengedepankan ego masing2,,menjalankan ibadah boleh tp untuk smntara ikuti ketetapan yg dberikan pemerintah.. Kan drumah aja bsa sma keluarga.." komentar akun @benedict_exxxx.

Rencananya, PSBB di Makassar akan berlangsung selama 2 minggu. Hingga Kamis (23/4), tercatat 397 warga Sulawesi Selatan telah terinfeksi virus Corona. Sebanyak 34 di antaranya meninggal dunia, sedangkan 80 orang dinyatakan sembuh.

(wk/nere)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait