Pengalaman mendonorkan plasma darah diceritakan oleh pasien COVID-19 nomor 3 di Indonesia, Ratri Anindya. Ratri berharap ratusan penyintas lain mau mendonorkan plasma darahnya untuk menolong para pasien COVID-19 yang kritis.
- Neressa Prahastiwi
- Jumat, 24 April 2020 - 14:11 WIB
WowKeren - Para ilmuwan tengah melakukan beragam penelitian untuk menemukan obat maupun vaksin virus Corona yang sedang menjadi pandemi di seluruh dunia. Beberapa waktu lalu, kabar menggembirakan datang dari Amerika Serikat. Sebanyak 5 pasien dilaporkan berhasil melewati masa kritisnya setelah mendapatkan plasma darah kaya antibodi dari pasien sembuh COVID-19.
Oleh sebab itu, Palang Merah Amerika akan segera membuka donor plasma darah bagi para penyintas (pasien yang sembuh) virus Corona. Tak hanya di Amerika, ada penyintas COVID-19 di Indonesia yang ternyata telah mendonorkan plasma darahnya. Ialah Ratri Anindya, pasien nomor 3 yang dinyatakan positif Corona di Indonesia.
Melalui Instagram pribadi, Ratri menceritakan pengalamannya mendonorkan plasma darah yang diharapkan berguna untuk menolong pasien kritis COVID-19. Ratri mengaku sempat takut, namun pengambilan plasma darah ternyata tak seseram yang ia bayangkan.
"Proses pengambilan plasma darahku berhasil dengan lancar dan ternyata gak sebegitu menyeramkannya loh, hehehe," tulis Ratri pada Minggu (19/4). "I know, aku katro banget karena penakut banget sampai Ibu harus pegangin tangan sebelah kiri supaya aku tenang dan santai."
"Total proses pengambilan 200 cc plasma darah (yg warna putih) berjalan selama hampir 1 jam. Dengan alat khusus yg menyaring plasma darah dari darah merahku," lanjut wanita yang sempat tinggal di Los Angeles tersebut. "Ternyata memang sesuai penelitian ttg Covid-19 per hari ini, plasma darah orang yg sudah sembuh bisa membantu penyembuhan orang lain yg sedang terpapar."⠀
Ratri mendonorkan plasma darahnya melalui Unit Transfusi Darah di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta. Lebih lanjut, Ratri berharap apabila penyintas COVID-19 lain bersedia mendonorkan plasma darahnya untuk menolong pasien sedang kritis.
"Jadi untuk teman-teman yg sudah sembuh atau akan sembuh, dan jika sudah benar-benar pulih dan berkenan utk menyumbangkan plasma darahnya, kalian juga bisa!" pungkas Ratri. "If we can help each other, why not, right (Jika kita dapat menolong satu sama lain, mengapa tidak, bukan)?"
Hingga Kamis (23/4), pasien sembuh di Indonesia telah mencapai 960 orang. Jumlah tersebut lebih banyak dari korban jiwa yang berjumlah 635 orang. Sedangkan total positif Corona di Indonesia saat ini telah melebihi 7 ribu pasien.
(wk/nere)