Cerita pasien positif COVID-19 asal Malang menjadi perbincangan setelah diketahui sungkem pada orangtuanya yang sudah lanjut usia. Lantas, apa yang bakal dilakukan Polsek setempat?
- Neressa Prahastiwi
- Sabtu, 25 April 2020 - 10:58 WIB
WowKeren - Malang Raya mencatat 37 kasus positif Corona hingga Jumat (25/4). Baru-baru ini, kisah seorang pasien COVID-19 asal Singosari, Kabupaten Malang ramai menjadi perbincangan. Pasien berinisial SR (54) tersebut diketahui sungkem kepada orangtuanya meski tahu hasil swab test positif Corona.
AKP Farid Fatoni selaku Kapolsek Singosari mengungkapkan bahwa orangtua SR berusia 80 tahun. SR juga pulang ke rumahnya yang ditinggali oleh 4 anggota keluarga lain. SR mengunjungi orangtuanya setelah dirawat di Rumah Sakit Saiful Anwar (Malang) karena mengalami sesak napas yang tak kunjung sembuh.
"Pada saat pasien sudah mengetahui hasil swab test dirinya positif COVID-19, dia justru mendatangi orang tuanya untuk sungkem," ujar Farid dilansir Kumparan. "Kemudian pulang kembali ke rumahnya yang ditinggali anak, menantu dan cucunya."
"Awalnya dia dibawa ke RS Lawang Medika lalu dirujuk ke RS Saiful Anwar Malang," lanjut Farid. "Lalu pada 21 April 2020 dia melakukan swab test lalu diperbolehkan pulang."
Hasil swab test SR keluar pada 23 April 2020. SR diduga tertular sang suami yang meninggal dan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Kendati begitu, banyak pelayat datang pada pemakaman dan tahlilan almarhum suami SR selama 7 hari.
Lebih lanjut, swab test massal akan dilakukan di lingkungan SR. Aktivitas keluarga SR pun akan dibatasi selama 14 hari. Polsek Singosari juga akan ikut turun tangan agar tidak terjadi penolakan di sekitar lingkungan SR.
"Polsek Singosari akan langsung melakukan penggalangan tokoh masyarakat dan tokoh agama sekitar agar tidak terjadi gejolak di masyarakat," tutup Farid. "Karena dikhawatirkan akan terjadi penolakan setelah tahu jika ada keluarga SR yang meninggal karena COVID-19."
(wk/nere)