Facebook disebut-sebut tengah melakukan operasi senyap di Indonesia. Hal ini demi melancarkan fitur barunya layanan keuangan digitalnya, Facebook Pay agar bisa beroperasi di dalam negeri.
- Nidya Putri
- Sabtu, 25 April 2020 - 10:33 WIB
WowKeren - Facebook dikabarkan tengah melakukan operasi senyap di Indonesia. Pasalnya, sejak Agustus 2019 hingga kini platform media sosial milik Mark Zuckerberg tengah mendekati Pemerintah Indonesia agar layanan keuangan digitalnya, Facebook Pay bisa beroperasi.
Bahkan Facebook disebut getol menggodok layanan tersebut ke negara Indonesia. "Kami sedang melakukan pembicaraan dengan seluruh mitra di Indonesia. Tapi diskusi masih berlangsung dan kami tidak memiliki hal lain (informasi lain) untuk dibagikan pada saat ini," kata sumber internal Facebook.
Facebook juga dilaporkan akan menggandeng layanan pembayaran digital lokal, seperti GoPay, OVO, dan LinkAja. Sekedar informasi, GoPay adalah layanan pembayaran digital milik GoJek, OVO merupakan fintech yang didukung oleh Grab, dan LinkAja yang didukung oleh pemerintah.
Menanggapi kabar tersebut, Presiden OVO Karaniya Dharmasaputra mengaku selalu terbuka pada peluang kolaborasi, termasuk dengan Facebook asal sesuai prinsipnya. "Kemitraan harus mempromosikan kepentingan nasional dan mendukung pertumbuhan ekosistem uang elektronik di Indonesia. Mitra juga harus mendapat lisensi dari Bank Indonesia," katanya.
Di lain sisi, Asisten Gubernur Bank Indonesia (BI), Filianingsih Hendarta mengatakan perusahaan-perusahaan lokal telah mendekati regulator untuk bertanya tentang persetujuan sementara untuk kemitraan pembayaran dengan Facebook. "Sejauh ini belum ada yang mengajukan aplikasi formal," terang Hendra. "Beberapa dari mereka baru datang untuk berdiskusi saat rapat konsultasi dengan BI."
Facebook rupanya masih terus berupaya mencari mitra yang sejalan dengan peraturan BI, di mana kepemilikan asing di perusahaan pembayaran digital dibatasi di angka 49 persen demi meningkatkan daya saing para pemain lokal. Apabila disetujui, maka Facebook Pay akan diluncurkan pada November mendatang. Hal ini juga memungkinkan pengguna di berbagai platform, termasuk WhatsApp dan Instagram, untuk melakukan pembayaran tanpa keluar dari aplikasi besutan Facebook.
Facebook Pay menawarkan layanan pengiriman uang, sistem pembayaran belanja daring, serta pembayaran untuk penggalangan dana di dalam platform.
Sebelumnya, pada 2018 lalu, Facebook telah menguji coba layanan keuangan digitalnya di India melalui WhatsApp Pay dengan satu juta pengguna. Saat itu, mereka menggandeng National Payments Corporation of India (NCPI), yang memungkinkan pengguna WhatsApp mentransfer uang ke pengguna lain yang ada di kontaknya.
(wk/nidy)