Sebelumnya, 43 santri asal Malaysia di Ponpes Al Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur, dinyatakan positif Covid-19 sepulangnya mereka ke Negeri Jiran. Pemerintah Malaysia pun meminta agar warganya yang masih berada di Ponpes tersebut untuk dievakuasi.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 25 April 2020 - 12:34 WIB
WowKeren - Pemerintah Malaysia kini meminta agar total 227 warga negaranya dievakuasi dari Pondok Pesantren Al Fatah, Temboro, Magetan, Jawa Timur. Keputusan ini menyusul adanya 43 santri asal Malaysia yang dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19).
Menurut Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, dr Kohar Hari Santoso, Pemprov Jatim sendiri telah berkoordinasi dengan pemerintah Malaysia. "Ada delegasi dari Malaysia ke Grahadi dari Tim Gugus tugas Malaysia. Mereka berkeinginan para santri asal Malaysia untuk bisa dievakuasi ke Malaysia," ungkap Kohar di Gedung Negara Grahadi pada Jumat (24/4) malam.
Meski demikian, Kohar menilai bahwa keputusan ini masih harus dipertimbangkan kembali oleh pihaknya. Pasalnya, tutur Kohar, ada 118 santri asal Malaysia yang telah menjalani rapid test. Mereka masih perlu diobservasi selama 14 hari.
"Kita sampaikan bahwa kita sudah memeriksa 118 santri asal Malaysia. Di mana ada yang 14 rapid test reaktif, yang 104 non-reaktif. Mereka berkeinginan yang non-reaktif dievakuasi," jelas Kohar. "Non- reaktif bukan berarti tidak ada Covid-19 nya. Karena kita masih perlu mengobservasi selama 14 hari, takutnya mereka masih masa inkubasi."
Oleh sebab itu, Kohar mengaku bahwa pihaknya masih harus membicarakan teknis aman terkait evakuasi WN Malaysia tersebut. Terkait dengan 14 santri dengan hasil rapid test reaktif, Kohar menjelaskan bahwa mereka perlu melanjutkan pemeriksaan dengan tes swab PCR.
Apabila nantinya tes swab menunjukkan hasil positif, maka pasien perlu dikarantina di Indonesia terlebih dahulu. Dengan demikian, Kohar menyebut bahwa Indonesia dan Malaysia masih perlu membahas lebih lanjut prosedur evakuasi santri-santri asal Negeri Jiran tersebut.
"Rencananya rapid positif pun kita sudah lakukan swab, kalau positif harus diamankan terlebih dahulu takut ada penularan. Kecuali kalau kita harus melakukan manuver khusus," terang Kohar. "Besok detailnya kita bahas lebih jauh. Supaya membawa dari Temboro ke KL, harus dengan prosedur seksama supaya risiko penularannya sangat minimal. Ada pesawat dari sana cuma busnya dari kita."
Sebelumnya, 43 santri Ponpes Al Fatah Temboro asal Malaysia dinyatakan positif Covid-19 sepulangnya mereka ke Negeri Jiran. Rumpun Tracing Gugus Tugas lantas langsung menggelar rapid test terhadap 305 orang santri dan ustaz di Ponpes tersebut, 118 orang di antaranya adalah WN Malaysia.
(wk/Bert)