Psikolog Seto Mulyadi atau akrab dikenal dengan nama Kak Seto memberikan pesan penting ini setelah maraknya fenomena predator seksual pada anak-anak di media sosial.
- Ruth Meliana
- Sabtu, 25 April 2020 - 17:16 WIB
WowKeren - Predator seksual saat ini banyak melakukan aksinya melalui media sosial. Tak jarang, anak-anak sering menjadi sasaran dari aksi predator seksual tersebut. Psikolog Seto Mulyadi atau yang akrab disapa dengan mana Kak Seto lantas memberikan pesan-pesannya terkait maraknya aksi predator seksual.
Kak Seto lantas mengingatkan orangtua maupun seluruh elemen masyarakat agar terus mewaspadai ancaman predator seksual kepada anak. Terlebih di masa pandemi virus corona (COVID-19) saat ini.
Wabah corona memang telah membuat masyarakat dan anak-anak lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah. Tak jarang keharusan tersebut membuat anak bosan dan menyibukkan diri dengan gadget dan media sosial mereka.
Saat kerap menjelajah internet ini, aksi predator seksual mulai mengancam anak-anak. Kak Seto pun mengatakan jika pihak kepolisian terus mencoba untuk menangkap para predator seksual. Namun di luar itu, sudah sepatutnya setiap orang terutama orangtua dapat meningkatkan kewaspadaannya.
”Beberapa kali Mabes Polri memang sudah mencoba menggulung para predator seksual melalui media daring,” kata Kak Seto dalam konferensi pers di Kantor Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang disiarkan secara live streaming, Sabtu (25/4). “Tapi mohon ini juga menjadi kewaspadaan kita semua.”
Orangtua diminta untuk bisa mengontrol kegiatan sosial media anak-anaknya. Apalagi, situasi pandemi menjadi saat yang tepat bagi orangtua agar terbuka dan ekstra keras mengontrol aktivitas anaknya dengan cara yang baik dan edukatif.
”Saling mengontrol apa yang diunggah oleh anak-anak melalui media gadget,” jelas Kak Seto. “Kadang ada kekerasan, sesuatu yang mengerikan, pornografi dan kadang-kadang kekerasan seksual melalui media daring.”
Meski diminta untuk mengontrol, tapi Kak Seto berpesan agar orangtua dapat memberikan edukasi maupun pengertian kepada anaknya tanpa membuat kondisi psikologi mereka semakin tertekan. Oleh sebab itu, ia meminta orangtua juga agar ekstra sabar dalam menghadapi anak-anak saat harus mengontrol aktivitas mereka berselancar di dunia maya.
”Dari laporan yang kami terima dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) banyak anak yang mengalami stress,” ungkap Kak Seto. “Salah satunya kadang di dalam cara orang tua menghadapi putra putri tercinta.”
(wk/lian)