Belajar Dari Wabah Corona, Orangtua Bisa Ajari 4 Keterampilan Hidup Ini Ke Anak
Lifestyle

Orangtua bisa menanamkan berbagai pelajaran-pelajaran hidup yang berharga ini kepada sang buah hati dengan berkaca pada pandemi virus corona (COVID-19). Apa saja?

WowKeren - Pandemi virus corona (COVID-19) memang telah menjadi momok yang menakutkan di seluruh dunia. Wabah ini telah membuat krisis global dimana ratusan ribu orang tewas, jutaan masyarakat kehilangan pekerjaan hingga banyaknya anak-anak yang tidak bersekolah lagi.

Orang tua, guru, dan terapis telah menyatakan keprihatinan mendalam tentang dampak negatif yang harus dihadapi oleh anak-anak dari segala usia akibat sekolah ditutup. Terlebih, masa depan mereka masih dipenuhi dengan ketidakpastian akibat pandemi virus corona.

Tentunya hal tersebut menjadi tantangan besar bagi orangtua untuk selalu menjaga anak-anaknya agar tetap fokus dan termotivasi belajar di rumah. Orangtua juga saat ini memiliki beban yang besar untuk mengajari buah hati mereka agar terus berkembang. Hal tersebut dinilai bukan tugas yang mudah bagi orangtua.

Dilansir dari Huff Post, pakar kesehatan mental justru menyatakan ada berbagai pelajaran dan keterampilan hidup yang bisa diajarkan orangtua kepada anak-anak. Wabah corona justru disebut dapat membuat sang buah hati belajar untuk bisa keluar dari situasi krisis dan melawan hal-hal yang sulit dapat kehidupan.

”Ini saat yang mengerikan bagi kita," kata Ron Stolberg, seorang psikolog dan profesor di Alliant International University serta penulis “Teaching Kids to Think” seperti dilansir dari Huff Post, Sabtu (25/4). “Tetapi ini juga merupakan kesempatan bagi anak-anak untuk belajar bahwa mereka memiliki kapasitas luar biasa untuk mengatasi kesulitan.”

Ada empat pelajaran dan keterampilan hidup yang bisa diajarkan kepada anak dari pandemi virus corona. Keterampilan pertama yang bisa diajarkan ke anak adalah mengatasi hidup dalam situasi yang penuh ketidakpastian.

Seorang psikolog pediatrik Children's Health dan seorang profesor di UT Southwestern, Nicholas Westers mengatakan jika pelajaran pertama ini bisa dilakukan orangtua dengan selalu jujur kepada anaknya. Hal ini bisa dilakukan dengan berusaha memberikan pengertian kepada sang buah hati terkait situasi wabah corona saat ini agar mereka mengerti.

Jika anak masih kecil, maka orangtua bisa menjelaskan banyak fakta yang ada saat ini secara positif. Sebagai contoh, jelaskan bahwa dokter berupaya menemukan obat yang akan membantu orang-orang menjadi sehat dan dapat membuat hidup kembali normal.

Namun jika anak sudah lebih besar, orangtua dapat menanyakan pendapat mereka soal apa yang terjadi di dunia saat ini. Setelah itu, orangtua dapat memberi pengertian dan berjanji akan terus berbincang apa dampak-dampak wabah ini. Dengan begitu, anak-anak mulai akan memahami bagaimana harus bersikap di tengah krisis.

Keterampilan hidup kedua adalah mengajarkan berbagai hal yang tidak ada di sekolah dan esktrakurikuler. Wabah virus corona dapat dimanfaatkan oleh orangtua untuk membuat anak menjadi lebih produktif dan menggali potensi-potensi lain mereka yang tidak pernah tersalurkan saat di sekolah.

Anak Ke Sekolah

Berbagai Sumber

”Salah satu hal yang sangat menyenangkan yang saya lihat dengan anak-anak yang lebih tua adalah bahwa banyak dari mereka memiliki ide tentang hal-hal yang ingin mereka pelajari atau lakukan yang mereka tidak pernah punya waktu untuk itu," kata Stolberg. “Remaja selama ini selalu hidup terjadwal di sekolah. Mereka tidak lagi memiliki waktu henti atau waktu bermain. Sekarang mereka punya banyak.”


Hal tersebut bukan tentang perbaikan diri terhadap anak-anak. Namun, hal itu untuk memastikan agar anak mengetahui bahwa mereka memiliki waktu dan ruang untuk berhubungan kembali dengan orang-orang di luar sekolah layaknya rutinitas biasa mereka sebelum pandemi.

Orangtua dapat membantu menggali keterampilan hidup ini dengan membicarakan minat terbesar sang anak. Tidak perlu melakukan hal-hal yang sulit, namun orangtua cukup memberikan waktunya untuk menemani sang anak mengembangkan hobi tersebut.

Sebagai contoh bermain game ataupun memasak bersama-sama. Setelah itu, orangtua juga diingatkan untuk selalu memberi tahu ke anak betapa bahagianya dan berharganya bisa menghabiskan waktu bersama. Hal ini dapat menunjukkan betapa orangtua menghargai hubungannya dengan anak.

Keterampilan ketiga adalah menunjukkan kepada anak betapa pentingnya peran mereka dalam keluarga. Pelajaran ini dinilai Stolberg dapat meningkatkan rasa percaya diri dan tanggung jawab anak.

Anak Dalam Keluarga

Berbagai Sumber

Stolberg menjelaskan jika sebelum pandemi, tentunya orangtua sibuk bekerja dan anak juga banyak menghabiskan waktu di sekolah. Pandemi ini dianggap merupakan waktu yang tepat untuk memperjelas bahwa keluarga adalah sebuah tim dan anak juga bagian penting didalamnya.

”Anda mengajari mereka bahwa mereka ikut bertanggung jawab atas keluarga yang melewati ini,” jelas Stolberg. “Perkuat betapa bermanfaatnya mereka dan betapa pentingnya mereka bagi keluarga.”

Orangtua dapat menunjukkan pentingnya peran anak dalam keluarga dengan meminta mereka membantu membersihkan rumah atau pekerjaan rumah tangga lainnya. Orangtua juga dapat mengajarkan kemandirian sang buah hati dengan memberi kesempatan dan kepercayaan kepada mereka untuk mengatur waktu mereka sendiri.

Anak juga mulai diajarkan untuk membuat makanan mereka sendiri. Memastikan mereka selalu membuang sampah atau membersihkan sekitar rumah serta beri mereka peran penting di rumah.

Keterampilan keempat adalah mengajarkan anak menjadi lebih ulet dan kuat. Hal ini dijelaskan oleh Westers yang mengatakan bahwa anak-anak sangat tangguh. Ini adalah waktu yang tepat bagi orang tua untuk membantu anak-anak memanfaatkan itu, dan untuk menghargai kemampuan mereka sendiri untuk bangkit kembali.

”Saya pikir penting untuk mengatakan bahwa kebanyakan anak akan baik-baik saja. Anak-anak dan remaja tangguh. Berikan ruang untuk ketidaknyamanan mereka,” saran Westers “Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan mengakui bahwa Anda (orangtua) juga merasakan stres atau ketakutan.”

Stolberg sementara itu menjelaskan jika orangtua juga dapat meningkatkan keuletan anak dengan membantu anak memecahkan masalah-masalah mereka. Sebagai contoh jika anak bercerita sedang sedih atau kesepian, mungkin tanyakan kepada anak apa strategi untuk menanganinya alih-alih langsung memberikan saran.

”Ketika ada dilema atau pertanyaan, alih-alih menjawabnya, itu saat yang tepat untuk meminta anak-anak kita memberi tahu kami apa yang mereka pikirkan,” ungkap Stolberg. “Ini mungkin pertama kalinya dalam waktu yang lama kita punya waktu untuk duduk dan benar-benar mengamati proses berpikir anak-anak kita dan keterampilan memecahkan masalah.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!