Begini Kronologi Empat Anak Difabel Positif Virus Corona Di Jaktim
Nasional

Empat anak berkebutuhan khusus (difabel) di Jakarta Timur telah dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Terungkap, begini kronologi mereka bisa terjangkit COVID-19.

WowKeren - Yayasan SLB Rawinala telah mengkonfirmasi jika 4 anak berkebutuhan khusus (difabel) dan 3 orang pendamping di tempatnya positif terinfeksi virus corona (COVID-19). Hal itu untuk menjawab beredarnya informasi yang sempat tersebar di media sosial Twitter terkait adanya 4 anak difabel yang positif COVID-19.

Direktur Yayasan Rawinala Dwi Hardjo menjelaskan kronologi penularan virus corona di tempatnya bekerja tersebut. Rupanya, kasus positif virus corona tersebut baru diketahui pada awal bulan April saat ada orangtua murid yang sakit.

Orangtua murid itu akhirnya dibawa ke rumah sakit dan dinyatakan meninggal dunia setelah terkena virus corona. Selama di rumah sakit, orangtua itu telah menitipkan anaknya yang difabel ke Yayasan SLB Rawinala.

”Jadi itu awal mulanya di akhir Maret ada orang tua murid yang sakit,” kata Dwi seperti dilansir Detik, Sabtu (25/4). “Dibawa ke rumah sakit dan tanggal 1 April dinyatakan meninggal dunia. Selama di rumah sakit anaknya itu dititipi di Rawinala, kan kita ada asrama ya.”

Lebih lanjut Dwi mengaku pihaknya pada awalnya sama sekali tidak mengetahui penyakit apa yang diderita oleh orangtua murid itu. Setelah satu pekan kemudian, Yayasan Rawinala baru mengetahui jika murid tersebut meninggal akibat virus corona setelah dikonfirmasi oleh rumah sakit.


Mengetahui hal tersebut, Dwi langsung melakukan langkah pencegahan dengan melakukan rapid test bagi seluruh pekerja baik anak-anak dan pendamping di Yayasan Rawinala. Hasilnya, 4 anak-anak difabel dan 3 pendamping positif tekena virus corona.

”Nah kita nggak tahu orang tua itu sakit apa. Karena anak itu juga memang sering dititipi di asrama,” jelas Dwi. “Jadi kita terima saja. Seminggu kemudian kita dapat kabar orang tua itu meninggal karena COVID-19.”

”Nah anak orang tua tersebut kan kontak sama teman-teman terus pendamping, jadi di situ mulai kena yang lain,” sambungnya. “Jadi ada 4 anak-anak dan 3 pendamping ya yang positif.”

Kini, 3 anak difabel tersebut telah menjalani isolasi mandiri di asrama Rawinala. Sementara satu anak lainnya menjalani perawatan di RS Darurat Corona Wisma Atlet.

”Iya jadi setelah dinyatakan rapid test pertama itu memang langsung isolasi mandiri di sini ya,” ujar Dwi. “Tapi dari 4 itu yang 1 dirawat di Wisma Atlet karena itu anak pendamping. Yang 3 ini di asrama isolasi mandiri karena mereka juga sudah tidak punya orang tua.”

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait