Sepasang suami istri di Blitar enggan dievakuasi tim medis setelah dikonfirmasi positif corona. Camat hingga aparat kepolisian lantas ikut turun tangan untuk membujuknya.
- Lailatul Maghfiroh
- Minggu, 26 April 2020 - 15:01 WIB
WowKeren - Pasangan suami istri warga Kecamatan Wates terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona. Namun proses evakuasi mereka menjadi penuh drama hingga melibatkan camat dan aparat kepolisian lantaran pasutri tersebut enggan dijemput ambulan.
Semula sang suami L (42) adalah petugas calon haji yang ikut pelatihan di Sukolilo pada 9-18 Maret 2020. Karena tergolong Orang Dalam Pemantauan (ODP) dari klaster pelatihan haji Jatim, maka yang bersangkutan melakukan isolasi mandiri di rumahnya.
Dokter Puskesmas Wates lantas rutin memantau kondisi kesehatannya. Hasil tes rapid L negatif. Namun ternyata sang dokter puskesmas yang memantau kondisinya dinyatakan positif setelah menjalani tes swab pada rilis Kamis (16/4).
"Begitu bu dokter dinyatakan positif, maka kami juga lakukan tes swab kepada ODP Wates dan keluarganya," kata Jubir Gugus Tugas COVID-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti dilansir dari Detikcom, Minggu (26/4).
Lebih lanjut, L kemudian menolak dijemput ambulan untuk melakukan swab tes di rumah sakit. Dinas kesehatan kemudian meminta camat untuk membujuk L.
"Akhirnya saya diminta pihak dinkes untuk melakukan pendekatan persuatif kepada keluarga Pak L," ungkap Camat Wates, Agus Triandoko. "Dia kemudian bersedia dites swab bersama istrinya, namun akan naik kendaraannya sendiri dan tidak usah dikawal polisi."
Agus juga menerangkan bahwa pada saat isolasi mandiri L sempat mengalami demam dan batuk. Namun L enggan dirujuk ke rumah sakit dengan dalih istrinya sedang menderita lemah jantung. L khawatir, jika dia dirujuk ke rumah sakit kondisi kesehatan jantung istrinya makin buruk.
Jumat (24/4) pukul 15.00 WIB Pemprov Jatim merilis ada tiga warga Kabupaten Blitar yang positif terinfeksi virus Corona. Dua diantaranya adalah L (42) dan istrinya (41). Tak ayal, kabar tersebut lantas membuat pihak desa, dinkes kalang kabut.
"Artinya isolasi mandiri Pak L itu kan gagal. Karena malah menulari istrinya. Saya langsung diminta dinkes kembali mendekati beliau agar mau diisolasi di rumah sakit. Malamnya, pihak rumah sakit menjemput dikawal petugas kepolisian," papar Agus. "Saya lumayan lama ngerih-ngerih (membujuk). Saya yakinkan kondisi dia dan istrinya akan semakin baik kalau diisolasi di rumah sakit. Alhamdulillah sekitar pukul 23.00 WIB, akhirnya pasutri ini bersedia dibawa ke rumah sakit."
(wk/lail)