Gubernur DKI Jakarta itu menjadi juara di daftar kepala daerah dengan penanganan wabah COVID-19 terbaik. Di riset berbeda, Presiden Jokowi dan 3 menterinya justru menuai sentimen negatif.
- Elvariza Opita
- Minggu, 26 April 2020 - 19:45 WIB
WowKeren - Wabah virus Corona bak menjadi jalan untuk membuka perihal kesiapan negara dalam menghadapi bencana. Indonesia bak terseok-seok dalam mengatasi pandemi yang ada, meski pemerintah terus mengupayakan yang terbaik untuk mengatasi krisis yang ada.
Publik pun memiliki penilaian tersendiri soal jajaran para pemimpin dalam mengatasi pandemi. Dari 800 responden yang disurvei Median, ternyata sebagian besar menempatkan Gubernur Anies Baswedan menjadi kepala daerah yang paling tepat menangani wabah virus Corona.
Direktur Median, Rico Marbun memiliki analisis terkait hasil survei tersebut. "Publik melihat Anies Baswedan yang paling cepat tanggap dan pertama kali berinisiatif mengambil langkah PSBB," kata Rico dilansir dari Detik News pada Minggu (26/4).
Namun Rico menegaskan kinerja Anies bukanlah satu-satunya faktor penyebab sang gubernur menjuarai hasil survei tersebut. Sebab menurutnya persepsi publik soal ketepatan kinerja kepala daerah dalam mengatasi wabah COVID-19 sangat ditentukan oleh sorotan media atas kinerjanya.
Seperti misalnya publik mempersepsikan Anies sebagai kepala daerah pertama yang menerapkan PSBB. Padahal sejak 26 Maret 2020 Gubernur Papua, Lukas Enembe, sudah menerapkan program serupa bertajuk "Pembatasan Sosial Yang Diperluas" namun nyaris tak tersorot media. Hal sama berlaku pada kinerja kepala-kepala daerah lain.
"Distribusi info kerja Anies yang masif melalui media massa dan media sosial, ini yang menurut saya memberi faktor kontribusi yang sangat besar," ujar Rico. "Dan lebih besar ketimbang kepala daerah lain seperti Risma atau Ganjar Pranowo."
Namun bila Anies menuai banyak pujian, jajaran pemerintah pusat justru mengalami hal sebaliknya. Sebab berdasarkan hasil riset big data kebijakan COVID-19 oleh Institute for Development of Economics and Finance (INDEF)-Datalyst Center, Presiden Joko Widodo dan 3 menterinya mendapat sentimen negatif masyarakat.
Jokowi misalnya, mendapatkan sentimen negatif dari setidaknya 68 persen dari masyarakat. Hal ini berdasarkan pembicaraan soal Kartu Pra Kerja dan staf khusus milenial yang mengiringi berbagai kebijakan pemerintah dalam mengatasi wabah COVID-19.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjadi menteri Jokowi dengan sentimen negatif tertinggi, yakni mencapai 86 persen. Hal ini tak lepas dari sikap Luhut yang bersikeras memberikan izin ojek online serta bus antarkota beroperasi.
Di urutan kedua adalah Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang menuai komentar negatif setidaknya dari 81 persen warganet. Kebanyakan menyoroti keputusannya membebaskan narapidana di tengah pandemi COVID-19, terutama untuk para koruptor.
Sedangkan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga mendapatkan sentimen negatif dari 79 persen masyarakat. Sebab, seperti diketahui, banyak masyarakat yang menilai Terawan gagap dalam mengatasi pandemi. Selain itu masyarakat juga menyoroti ribetnya birokrasi mengajukan status PSBB.
(wk/elva)