Presentase kematian akibat virus corona (COVID-19) di provinsi Jawa Timur lebih dari 11 persen, Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan penyebabnya.
- Ruth Meliana
- Senin, 27 April 2020 - 08:36 WIB
WowKeren - Kasus virus corona (COVID-19) di Jawa Timur (Jatim) telah mencapai 785 orang. Hingga Minggu (26/4), dilaporkan sebanyak 88 orang telah meninggal dunia akibat virus corona di Jatim.
Dengan adanya laporan tersebut, presentase kematian di Jatim akibat virus corona mencapai 11,21 persen. Bahkan, presentase angka kematian akibat COVID-19 di Jatim ini lebih tinggi dari mortalitas secara nasional yang hanya 8,36 persen.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan penyebab tingginya presentase kematian akibat virus corona di wilayahnya. Menurutnya, salah satu faktor tertinggi yang mengakibatkan kematian pasien COVID-19 di Jatim adalah penyakit penyerta (komorbid).
Diketahui ada sejumlah penyakit penyerta yang menyebabkan mortalitas pasien terinfeksi virus corona di Jatim terus meningkat signifikan. Salah satunya adalah penyakit diabetes melitus yang menjadi penyerta tertinggi.
“Kemarin, saat persentase meninggal 10 persen ke atas,” ujar Khofifah di Grahadi seperti dilansir dari Suara Surabaya, Minggu (26/4). “Kami rapat secara sistemik untuk mencari penyebab pasien tidak tertangani sampai akhirnya meninggal.”
Khofifah juga menjelaskan penyebab lain presentase kematian di Jatim menjadi tinggi. Selain komorbid, Khofifah mengakui adanya faktor lain seperti keterlambatan pasien mengakses layanan rumah sakit.
Mantan Menteri Sosial ini mengatakan jika banyak pasien virus corona yang sudah menunjukkan gejala klinis dan tidak segera memeriksakan diri ke rumah sakit lantaran takut dengan stigma masyarakat. Khofifah lantas mengajak agar masyarakat bisa menunjukkan rasa empati dan simpati pada pasien virus corona.
”Pada posisi ini saya mohon kepada masyarakat Jawa Timur, COVID-19 ini bukanlah penyakit yang pantas distigmakan,” ungkap Khofifah. “Kita perlu menyampaikan empati dan simpati (kepada orang terjangkit).”
”Empati dan simpati seperti itu akan menjadikan mereka berani,” sambungnya. “(Orang terjangkit COVID-19) yang sudah merasakan sesak napas dan sebagainya agar bergegas mengakses layanan kesehatan.”
Terakhir, Khofifah menekankan pentingnya masyarakat untuk melakukan gotong royong terhadap pasien virus corona. Hal ini diharapkan dapat memberikan mereka pendampingan sesuai protokol kesehatan tanpa menimbulkan stigma.
(wk/lian)