Bupati Bolaang Mongondow Timur menuturkan jika kebutuhan rakyat untuk mengisi perut harus dipenuhi saat itu juga, bukan kebutuhan yang pemenuhannya bisa ditunda.
- Zodiak Yanuarita
- Senin, 27 April 2020 - 11:46 WIB
WowKeren - Bupati Bolaang Mongondow Timur Sehan Salim Landjar meluapkan kekesalannya terkait kebijakan menteri soal pemberian bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat. Hal itu terekam dalam sebuah video berdurasi 2 menit hingga viral di media sosial.
Dalam video tersebut, ia menyoroti mekanisme BLT yang lambat. Sementara di lapangan, rakyat sudah kelaparan.
"BLT-nya kapan? Masih mau buka-buka rekening lah, inilah, kriteria macam-macam," kata Sehan dalam video berdurasi tersebut. "Negeri sudah mau bangkrut menteri-menteri masih pada ngeyel semua."
Sehan pun tidak menampik konten dalam video tersebut. Ia menuturkan jika kebutuhan rakyat untuk mengisi perut mereka adalah kebutuhan yang harus dipenuhi saat itu juga, bukan kebutuhan yang pemenuhannya bisa ditunda.
"Kalau sistem pembagian BLT tanya saja di Kemensos dan Kemendes. Itu program kedua kementerian itu," kata dia dilansir detikcom, Senin (27/4). "Kalau program saya menalangi kesulitan rakyat yang sangat mendesak, mereka butuh makan hari ini, bukan disuruh menunggu besok, atau sampai administrasi tentang BLT selesai."
Sementara itu menurutnya, mekanisme BLT pemerintah memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa cair. "Kebutuhan untuk isi perut rakyat tidak bisa menunggu onggokan kertas yang diminta oleh para menteri, sebagai syarat untuk mendapatkan uang Rp 600 ribu, rakyat saya bahkan memohon biar tidak dapat duit BLT," tegas Sehan.
Oleh sebab itu, ia menyebut jika pemerintah daerah Boltim akan tetap memberikan bantuan beras kepada warga meskipun mereka adalah penerima BLT. Pasalnya, BLT ini sendiri hingga kini belum cair sedangkan rasa lapar tidak bisa menunggu untuk segera dipenuhi.
"Iya, masalahnya sampai saat ini BLT nya belum ada," tegas Sehan. "Mesti (harus) lengkap administrasi, dan buka rekening bank, sementara perutnya perlu diisi sekarang."
Sebagai pemimpin Boltim, sudah menjadi tanggung jawabnya untuk membantu warganya. "BLT, program kementerian yang belum tahu kapan realisasinya, sementara saya bupati yang bertanggung jawab terhadap kebutuhan dan keselamatan rakyat," imbuhnya.
(wk/zodi)