'Nasi Anjing' yang diberikan untuk warga Jakarta Utara terdampak corona sempat viral di dunia maya hingga menimbulkan kontroversi. Beruntung, pihak yang diberi dan pemberi telah menyelesaikan masalah dengan jalan damai.
- Nidya Putri
- Senin, 27 April 2020 - 14:53 WIB
WowKeren - Sebuah nasi bungkus yang diberikan untuk membantu warga yang terdampak COVID-19 baru-baru ini menjadi viral di dunia maya. Pasalnya, sebuah komunitas bernama ARK Qahal di Jakarta Barat membagikan nasi bungkus yang diberi nama "nasi anjing" untuk warga Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Minggu (26/4) kemarin.
Tentunya nama "nasi anjing" ini membuat warga Warakas khawatir isinya makanan tak halal. Beruntung, pihak komunitas segera memberi klarifikasi terkait isi nasi bungkus viral tersebut.
Kini, permasalahan nasi bungkus dengan logo anjing tersebut telah berujung damai. Baik dari pihak pemberi maupun penerima bersepakat menyelesaikan urusan tersebut dengan kekeluargaan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menyampaikan, pemberi nasi bungkus dari Yayasan Qahal Family telah meminta maaf baik secara pribadi dan organisasi. "Sudah meminta maaf kepada seluruh warga Warakas khususnya dan umat Is|am pada umumnya atas kejadian pembagian nasi bungkus berlabel nasi anjing yang disalurkan," ujar Yusri saat dikonfirmasi, Senin (27/4).
Lebih lanjut, Yusri mengatakan jika warga Warakas hanya menyayangkan tidak ada koordinasi terlebih dahulu sebelum pembagian nasi bungkus berlabel nasi anjing tersebut. "Demi kepentingan umum dan stabilitas ketertiban dan keamanan, pihak kedua menerima permintaan maaf dari pihak pertama," imbuhnya.
Sementara itu, dari pihak pemberi pun menyatakan jika tidak ada maksud untuk merendahkan atau menghina pihak mana pun dan hanya bertujuan membantu masyarakat melalui pandemi virus corona. "Kedua belah pihak menganggap permasalahan ini telah selesai dan tidak ada tuntutan lainnya di kemudian hari baik secara Pidana ataupun Perdata," tandasnya.
Sebelumnya, berbagai kritikan sempat dilayangkan kepada pemberi nasi bungkus tersebut. Hingga akhirnya, pihak komunitas membuat sebuah video klarifikasi terkait nama yang diusung serta lauk-pauk yang disediakan. Video tersebut juga diunggah di media sosial.
(wk/nidy)