Inikah Penyebab Banyaknya Tenaga Kesehatan Indonesia yang Tertular Covid-19?
Getty Images
Nasional

Menurut Ikatan Dokter Indonesia (IDI), jumlah tenaga kesehatan yang dilaporkan meninggal dunia karena virus corona atau Covid-19 kini telah mencapai lebih dari 30 orang.

WowKeren - Jumlah tenaga kesehatan yang tertular virus corona (Covid-19) di Indonesia semakin bertambah. Pada pekan lalu saja, belasan tenaga kesehatan yang tersebar di Sulawesi Utara, Sumatera Barat, dan Jawa Timur tercatat positif Covid-19.

Sementara itu, jumlah tenaga kesehatan yang dilaporkan meninggal dunia karena Covid-19 kini telah mencapai lebih dari 30 orang. "Sudah terlapor meninggal itu, dari IDI ada 24 dokter, kemudian dari dokter gigi ada 6, kemudian dari perawat ada 17," ungkap juru bicara Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Halik Malik, dilansir BBC News Indonesia pada Senin (27/4).

Banyaknya tenaga kesehatan yang terjangkit dan bahkan menjadi korban Covid-19 ini terjadi di tengah komitmen pemerintah untuk menyalurkan alat pelindung diri (APD). Pemerintah sendiri mengaku sudah sudah mengirimkan sekitar satu juta APD dengan standar medis ke rumah sakit di 34 provinsi.

Namun, Halik menilai bahwa rumah sakit daerah non-rujukan hingga puskesmas masih sangat kekurangan APD. Padahal, tutur Halik, penyebaran virus corona kini sudah terjadi di seluruh wilayah Indonesia dengan perluasan episentrum penularan virus, tingginya angka orang tanpa gejala, dan transmisi lokal.

"Jadi, ketersediaan APD ini kita minta tidak hanya di rumah sakit rujukan, tapi di fasilitas Kesehatan lainnya, termasuk di fasilitas tingkat pertama di layanan primer, itu Puskesmas," jelas Halik. "Rumah sakit di daerah itu penting terjamin ketersediaan APD-nya secara continue."


Selain ketersediaan APD, ada faktor lain yang kemungkinan bisa membuat tenaga kesehatan rawan terpapar virus corona. Faktor tersebut adalah kejujuran para pasien yang ditangani tenaga kesehatan sendiri.

Juru bicara RSUP dr Kariadi Semarang, Jawa Tengah, Rochayatun, menyebut puluhan tenaga kesehatan di rumah sakit tersebut dinyatakan positif Covid. Menurutnya, para tenaga kesehatan kemungkinan tertular pasien yang tidak jujur mengenai kondisi kesehatannya.

"Misalnya ada perawat yang terpapar, itu biasanya bukan dari ruang isolasi," jelasnya. "Artinya di sini memang ada hal-hal atau informasi yang tidak disampaikan oleh pasien, sehingga pasien tidak masuk ke screening (pemeriksaan) orang PDP (Pasien Dengan Pengawasan)."

Belajar dari tingginya angka tenaga kesehatan yang terpapar Covid-19, RSUP dr Kariadi lantas menggencarkan sosialisasi nilai kejujuran pada pasien lewat media sosial dan juga poster yang dipasang di pintu-pintu rumah sakit. "Agar pasien lebih terbuka, karena dengan begitu penanganannya akan lebih tepat dan mata rantai penularan ini bisa diputus," kata Rochayatun.

Di sisi lain, para tenaga kesehatan sendiri juga diimbau untuk selalu waspada dalam menjalankan pekerjaannya. Menurut salah satu perawat di RS Persahabatan Jakarta, Aisyah, penularan di antara tenaga medis paling mungkin terjadi karena lengah. "Kemungkinan bisa juga kita itu kadang-kadang sesama teman itu, kita suka saling percaya saja, bahwa kita semua sehat," ujar Aisyah.

(wk/Bert)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait