United Nations Development Programme (UNDP) di Indonesia memuji upaya Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dalam menangani wabah virus corona di daerahnya.
- Lailatul Maghfiroh
- Senin, 27 April 2020 - 17:48 WIB
WowKeren - United Nations Development Programme (UNDP) atau Badan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) di Indonesia memuji langkah Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dalam menangani wabah Covid-19. Oleh sebab itu, UNDP Indonesia lantas mendokumentasikan upaya Pemda Provinsi Jabar untuk kemudian bisa menjadi masukan di provinsi lain.
Dalam pemaparannya, pria yang akrab disapa Kang Emil tersebut menyampaikan kepada Country Director UNDP Indonesia bahwa terdapat lima kebijakan yang diterapkan Pemda Provinsi Jabar. Selain selalu bersikap tranparan dalam memberikan data, pemerintah juga akan selalu mencoba proaktif.
"Jabar adalah provinsi pertama yang melakukan tes berbasis metode PCR (Polymerase Chain Reaction), ketika saat itu, semua (uji) PCR dipusatkan di Jakarta," ungkap Kang Emil dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jabar, Senin (27/4). "Kami membeli tes kit dari Korea Selatan. Dua minggu setelah kami melakukan itu, pemerintah pusat mengubah aturan menjadi desentralisasi PCR (di daerah)."
"Sejak pertama, kami sadar tidak boleh menutupi data," tambah Kang Emil. "Oleh karena itu, kami buat aplikasi Pikobar (Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat), dimana setiap hari ada update tentang terduga, pasien, hingga alamatnya di level kelurahan."
"Kami membuat keputusan berdasarkan masukan para ahli, contohnya berapa banyak warga yang harus kami tes," papar Kang Emil. "Kami memutuskan, Jabar harus melakukan tes terhadap 0,6 persen warganya untuk mengetahui peta persebaran Covid-19."
Selain itu, Jabar juga mencoba untuk selalu inovatif. Pemerintah mengambil pendekatan ilmiah berdasarkan data dan ilmu pengetahuan. Bahkan pihaknya mencoba mendekati industri untuk turut fokus melawan wabah virus corona.
"Baru-baru ini, PT Biofarma bisa memproduksi reagen PCR. Kami juga menggerakkan PT Dirgantara Indonesia, perusahaan pesawat, untuk membuat ventilator bagi pasien yang masih bisa bernapas sendiri, sementara PT Pindad yang biasanya membuat alat militer, juga memproduksi ventilator untuk pasien yang tidak bisa bernapas sendiri," terang Kang Emil.
Country Director of UNDP in Indonesia, Christophe Bahuet lantas mengungkapkan bahwa Jabar merupakan daerah yang paling terdampak wabah Covid-19. Namun bebrbagai upaya untuk menanganinya terlihat direspon dengan baik oleh masyarakat di bawah kepemimpinan Kang Emil.
"Kami sudah melihat bagaimana Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat merespons dan bertindak (dalam pandemi) dan kami menemukan banyak aksi (kebijakan) menarik," ungkap Chris. "Pekerjaan kalian (Jabar), misalnya aplikasi Pikobar ini, sangat futuristik, menunjukkan bagaimana pemerintah daerah bekerja di masa depan. Setelah Covid-19 berakhir, ini akan menjadi cara pemerintah daerah bekerja secara digital, dan cara bekerja kalian akan menjadi pemimpin dalam inovasi."
"Mendengar (paparan) langsung dari Anda (Ridwan Kamil), sungguh luar biasa. Seperti yang Anda sebut, kita masih mencoba menemukan solusi yang tepat, itu sebabnya setiap hari kita semua masih belajar," kata Chris. "Banyak pelajaran yang didapat dari Jawa Barat yang bisa kami bagi kepada pemerintah daerah lain di Indonesia maupun (kawasan) Asia Pasifik."
(wk/lail)