Karena tak boleh ke luar rumah, masyarakat harus memutar otak untuk memenuhi ketersediaan pangan. Meski sudah menjadi tren sejak lama, urban farming akan semakin banyak dilakukan bahkan saat pandemi Corona telah berakhir.
- Neressa Prahastiwi
- Selasa, 28 April 2020 - 16:27 WIB
WowKeren - Urban farming mulai digemari masyarakat perkotaan di tengah situasi pandemi Corona atau COVID-19 seperti sekarang. Konsep berkebun dengan lahan terbatas ini memang belakangan sedang menjadi tren, terutama bagi masyarakat perkotaan yang ingin menjalani gaya hidup sehat.
Bhima Yudhistira selaku pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengatakan bahwa urban farming memiliki peran penting dalam kemandirian masyarakat mengenai pangan. Apalagi di tengah pandemi saat ini, masyarakat diharapkan tetap berada di rumah untuk mencegah penularan COVID-19.
Di masa mendatang pasca pandemi, masyarakat pun akan semakin terbiasa dengan gaya hidup baru ini. "Ke depan, pascapandemi Covid-19 ada satu pelajaran penting yakni berkaitan dengan pertanian urban atau urban farming, melakukan aktivitas pertanian secara mandiri dengan lahan yang kecil di perkotaan," ujar Bhima dilansir dari Tempo.
Dengan demikian, masyarakat perkotaan dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. "Melalui pemanfaatan lahan seadanya di sekitar rumah atau tempat tinggal, maka masyarakat bisa mandiri secara pangan," sambung Bhima.
Mengenai banyaknya masyarakat kota yang kembali ke desa, Bhima menyebutnya hanya terjadi untuk sementara waktu. Apabila keadaan mulai normal, dipastikan banyak masyarakat desa yang ke kota untuk kembali memperoleh pekerjaan.
"Ketika nanti perekonomian kembali pulih dan lapangan pekerjaan dibuka maka mereka yang sebelumnya pulang ke desa atau kampung halaman akan kembali ke kota-kota besar," tandas Bhima.
Sayangnya, kepastian waktu berakhirnya pandemi Corona belum dapat dipastikan. Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut pandemi ini belum akan berakhir dalam waktu dekat. Sedangkan beberapa riset memprediksi akhir pandemi Corona di Indonesia pada bulan Juni mendatang.
(wk/nere)